RPH Akan Difungsikan Jadi Rumah Produksi Perikanan,Ditargetkan 2023 Beroperasi

Bagikan berita ini

Bintuni,Sorotpapua.net – Rumah Potong Hewan(RPH)yang beralamat di SP 1 Distrik Manimeri akan di alihfungsikan Jadi Rumah Produksi Perikanan yang akan mengelola beberapa jenis komoditas seperti ikan congge,ikan Sembilan dan juga dalam bentuk pengalengan.

Mesinya sudah ada,bantuan dari Provinsi melalui DAK,sehingga hari ini saya meninjau RPH agar segera alihfungsikan jadi rumah produksi perikanan.Kata Bupati Teluk Bintuni,Ir.Petrus Kasihiw,MT saat meninjau lokasi pabrik perikanan,Senin(15/11/2022)

“Jadi rumah produksi ini nantinya akan memproduksi berbagai ciri khas dari Bintuni yang akan dipasarkan keluar”

Pada intinya tahun ini tempat dan mesinya sudah siap,sehingga bulan Januri tahun 2023 sudah bisa beroperasi.Ini merupakan target kita karena mesin sudah ada tinggal rehab tempat sesuai fungsinya”ujar Bupati

Lebih lanjut menurut Bupati,dengan beroperasinya rumah pabrik perikanan nanti,sudah otomatis akan menyerap tenaga kerja.Jadi pasaran para nelayan nantinya akan jelas karena mereka akan menjual di rumah pabrik perikanan ini

Kita berharap ekonomi nelayan dan transportasi bisa hidup,Sehingga ekonomi daerah juga bisa hidup, karena kita sudah memiliki branding atau mereka industry yang bisa dijual.

Rumah Produksi Perikanan ini nantinya akan bekerjasama dengan Pemda Demak,karena disana ada pengusaha ikan asap indah,dimana setiap Minggu mereka mengirim 19 kontainer ke Belanda.Disisi lain juga kebutuhan ikan di Jawa sangat besar sehingga sasaran utama kita Pasarkan di Jawa dan dan luar Negeri.

Nah,dalam waktu dekat kami akan bertemu Bupati Demak untuk tandatangan MoU agar hasil kita dipasarkan disana.Dengan begitu,pasar kita sangat lebih jelas

Semua ini dalam rangka mendorong ekonomi di desa yang merupakan tugas utama Kemendes.Harus ada inovasi inovasi yang dilakukan,dimana sasaranya adalah peningkatan Bumdes,sehingga semua Bumdes di Bintuni akan di inventaris dan di bina agar siap operasional

Setelah kita dengar masukan dari Kemendes dan Pemkab Demak,ternyata ada ikan mayung di Demak sama dengan ikan Sembilan di Bintuni.Selain itu juga ada potensi lain seperti ikan congge,udang dan kepiting.Namun sampai saat ini Bintuni belum memiliki merek sehingga atas dukungan Kemendes bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi dan Bintuni serta Pemda Demak akan mengenjot,makanya sore ini kami tinjau lokasi akan dibangunya rumah pabrik perikanan.

Kita berharap dengan dibukanya rumah pabrik perikanan tahun 2024,status kabupaten Teluk Bintuni bukan lagi menjadi daerah tertingal”harap Bupati(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *