Bupati Teluk Bintuni,Saya Tidak Perlu Jawab Aspirasi Karena Jabatan Sekda Hak Prerogatif Bupati

Bagikan berita ini
Bupati Teluk Bintuni Ir.Petrus Kasihiw,MT
Bupati Teluk Bintuni Ir.Petrus Kasihiw,MT

Bintuni,Sorotpapua.net – Bupati Teluk Bintuni,Ir.Petrus Kasihiw,MT menegaskan”jabatan Sekda merupakan urusan kedinasan dan hak prerogatif Bupati bukan dibangun berdasarkan atas aspirasi,karena jabatan tersebut menyangkut kepercayaan yang diberikan Bupati untuk melaksanakan tugas.

Sedangkan terkait seleksi beberapa waktu lalu,saya belum mendapatkan hasil seleksinya,karena selama ini Pansel tidak pernah bertemu Bupati untuk menyampaikan hasil seleksi yang telah dilakukan.Maka,sampai hari ini Bupati belum menindaklanjutinya,apalagi ini adalah jabatan Eselon II A yang dalam rekrutmen harus melalui tahapan tahapan jelas dan terbuka bagi public tapi tidak terlaksana dengan baik.

“Oleh karena itu,saya belum menindaklanjuti karena saya sendiri belum mengetahui kapan Pansel yang dibentuk Bupati melaporkan hasil seleksi jabatan sekda sejak saya dilantik kembali menjabat Bupati di periode kedua”tegas Bupati.

Lebih lanjut dikatakan Bupati lagi bahwa,seharusnya setelah hasil seleksi diputuskan,Pansel bertemu Bupati untuk melaporkan sesuai surat tugas tetapi tidak pernah terjadi.Dan sangat disayangkan hasil seleksi Sekda sudah beredar kemana mana dan ini perbuatan siapa?

“Untuk itu,saya akan teliti kembali setelah itu baru akan membuat keputusan seperti apa”

Ketika disingung terkait demo damai yang dilakukan beberapa elemen baru baru ini,Bupati menegaskan”untuk apa ia menjawab aspirasi karena jabatan Sekda merupakan kewenangan Bupati. Saya tidak pernah mengintervensi kewenangan organisasi manapun,sehingga ia tidak ingin diintervensi oleh organisasi manapun terkait jabatan Sekda Teluk Bintuni.

Selama ini menurut Bupati,jabatan Plt Sekda yang diberikan kepada Drs.Frans Awak semuanya berjalan,semua kewenangan sudah diberikan hanya saja proses Sekda devinitif belum berjalan dengan baik karena tidak sesuai dengan mekanisme yang seharusnya”

Jadi bukan saja aspirasi masyarakat yang dukung Frans Awak,tetapi ada juga aspirasi masyarakat lainya(4 aspirasi-red).Sehingga saya tidak bisa menjawab aspirasi aspirasi tersebut karena semua kembali ke aturan.Semua aspirasi penting tetapi harus kembali pada aturan dan prosesnya”tutup Bupati(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *