Pertama di Papua Barat,Kabupaten Teluk Bintuni Gunakan Jasa Appraisal Dalam Menilai Pengadaan Harga Tanah

Bagikan berita ini
Kepala Dinas Pertanahan dan LH,Robert Kemon.Dansat Brimob Bintuni,IIPDA Polce L.V Didampingi Kepala Seksi Pertanahan,Nikson Bosawer Saat Konfrensi Pers Dengan Wartawan di Kantor Pertanahan dan LH,Rabu(6/7/2022)
Kepala Dinas Pertanahan dan LH,Robert Kemon.Dansat Brimob Bintuni,IIPDA Polce L.V Didampingi Kepala Seksi Pertanahan,Nikson Bosawer Saat Konfrensi Pers Dengan Wartawan di Kantor Pertanahan dan LH,Rabu(6/7/2022)

Bintuni,sorotpapua.net – Teluk Bintuni merupakan kabupaten pertama di Provinsi Papua Barat yang mengunakan jasa Appraisal dalam proses penaksiran atau penilaian harga tanah.

Model Appraisal tanah ini mulai digunakan oleh Pemerintah Daerah Teluk Bintuni dalam membebaskan lahan Mako Brimob Kompi-3 Yon A Pelopor Kabupaten Teluk Bintuni seluas 20 hektar di SP 4 Distrik Manimeri.

Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Teluk Bintuni,Robert Kemon,SE mengatakan,hari ini pihaknya dan team Appraisal melakukan pertemuan terkait pengadaan tanah Pembangunan Mako Brimob di Teluk Bintuni.

“Kegiatan ini telah dilakukan sesuai tahapan pengadaan tanah dan saat ini masuk dalam tahap pelaksanaan.Dalam satu bulan kedepan nantinya kita akan mendapatkan hasil penilaian harga tanah, setelah itu di umumkan di public agar mendapat tanggapan dari masyarakat,namun,jika tidak ada tanggapan dari masyarakat,maka kami dan pemilik tanah melakukan kesepakatan pembayaran tanah”.

Team Apraisal tanah sendiri kata Robert Kemon,sudah bekerja selama 8 hari.Dan saat ini Dinas sudah menyiapkan anggaran sebesar 10 miliar untuk pembebasan lahan Mako Brimob tapi masih menunggu hasil penilaian harga tanah dari team Apraisal apakah per-meter berapa dan lain”kata Robert Kemon

Ditambahkan,team Appraisal ini akan melihat lahan secara keseluruhan dan tanaman apa saja di tanah tersebut.Dan kami targetkan setelah semua proses ini selesai,maka  tahun ini juga akan diserahkan lahan Mako Brimob.

“Team Apraisal ini berjumlah 6 orang dan sesuai prosudur mereka akan bekerja selama satu bulan kedepan”

Sedangkan pemilik lahan sekitar 9 orang dan sampai saat ini tidak ada masalah karena semua prosudur dan tahapan kami lakukan.

Dan perlu diketahui bahwa,di Provinsi Papua Barat,Kabupaten Teluk Bintuni yang pertama melakukan model Appraisal tanah”kata Robert Kemon(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *