Jadi Tuan Rumah G-20,Suatu Kehormatan dan Kebanggaan Bagi Provinsi Papua Barat

Bagikan berita ini

Bintuni,sorotpapua.net -Untuk Pertama Kalinya Indonesia menjadi Tuan Rumah G-20. Ini merupakan suatu momen bersejarah bagi NKRI. Khususnya Papua Barat Yang Dipilih sebagai salah satu tempat pertemuan Y20 Dan W20, ini merupakan suatu kehormatan, kebanggaan kita menjadi tuan rumah pertemuan multilateral forum bergengsi di dunia. Ini merupakan ajang pembuktian bahwa kita bisa dan mampu menyelengarakan internasional meeting.

Terlepas dari rasa bangga itu hal yang penting adalah bagaimana substansi Y20 dan W20 itu. Dalam Pertemuan Multilateral itu yang penting adalah Bagaimana Isu Nasional dan Lokal Tiap-tiap Negara diangkat untuk menjadi Perhatian bersama. Di Papua ada sejumlah dimensi internasional menyangkut lingkungan dan ekonomi yang perlu di angkat untuk menjadi Agenda Kerja Global.

G-20 saat ini mengusung Tema ” RECOVER TOGETHER AND RECOVER  STRONGER” Pulih Bersama dan Kuat Bersama. Bagaimana Ekinomi Dunia Khususnya Indonesia dan Papua Juga Pulih pasca COVID. Saya Memberi Thema  ” PAPUA’S  IMPORTANT POSITION” Posisi penting Papua Dalam  G-20.

Mengapa Posisi Papua Penting dalam G-20. Jelas Papua Penting, Karena untuk memulihkan Ekonomi Global Salah satunya Sumberdaya alam. Bahkan Urat Nadi Ekonomi Dunia Tergantung dua hal; EMAS Sebagai Standar Nilai Tukar Dolar, itu di ambil dari Tanah Papua. Freeport, Nabire, Dan saat ini Pegaf dan Rencana Blok Wabu Yang Menjadi soal saat ini. Kedua Minyak dan Gas sangat  penting sebagai bahan utama hidupnya Mesin pabrik dan industri di Negara-negara G20, minyak dan Gas itu dari Papua Barat. Karena itu posisi kita sanggat penting untuk melahirkan  Resolusi Ekonomi Baru Bagi G20 dan DUNIA. Itu sebabnya Papua sanggat penting. Bukan Bali dan Jakarta.

Isu Penting Kita Adalah. Penanaman Modal Dalam Negeri Dan Penanaman Luar Negeri. Report BPS dan Bank Indonesia Tahun 2019-2020, 2021  Menunjukan Bahwa Laju Investasi yang memanfaatkan ruang (sumberdaya alam) cukup tinggi untuk Papua dan Papua Barat. Nah Tantangannya adalah. Investasi yang memanfaatkan ruang tanah, Gunung, hutan, sumberdaya alam, pastinya hutan di conversi menjadi lahan bisnis. Nah, Laju Deforesrtasi atau kerusakan hutan dan lingkungan serta Ekologi Meningkat.

Nah, Paradoks antara Provinsi Konservasi VS Investasi Tambang, Sawit dll. Bukan hanya isu Deforestasi Hutan dan Kerusakan Ekologi. Tetapi yang lebih penting lagi adalah bukan mmanfaat pajak bagi PAD, tetapi bagaimana perusahan Asing dan Nasional bertanggung jawab soal lingkungan hidup,  Hak Masyarakat Adat dan Bagaimana Full Employment atau Penyerapan Tenaga Kerja Lokal. Investasi yang mengerakan  ekonomi lokal atau Tricle Down Efec,  bagaimana investasi Mmodal dalam dan luar Negeri di Papua ikut mengerakan atau Mengangkat ekonomi lokal Papua Bergerak  bersama. Bukan sebaliknya, investasi besar mematikan ekonomi lokal. Seperti nelayan tangkap tradisional Papua yang berjuang menghadapi Kapal Nelayan Besar di laut lepas. Atau Tambang Emas Tradisional VS Tambang Besar.

Karena itu Pertemuan Y20 Dan W20 Bisa Jeli Mengangkat Isu Lokal Yang Merupakan Dimensi Internasional. Atau Akibat Kerjasama Investasi antara Negara yang berdampak kepada Masyarakat Lokal. Di Papua Saat ini Bertemua semua aliran Kapital atau Modal Internasional.  Baik Cina, Korea, Amerika dan Inggrish semua menancapkan cakar dan rantai bisnisnya di Tanah Papua ini.

Wajah ekonomi itu  Kita Bisa Lihat Perusahan-perusahan Mereka di Papua ini. Ada Inggris di Bintuni, Ada Petrocina di Sorong, Ada Korea di Manokwari dan Masih banyak lagi. Nah dalam Pertemuan Y 20 Dan W20 Mendorong Komitmen Semua Negara untuk Mendorong Investor Mereka untuk Komitmen Terhadap Isu Lingkungan, Perburuhan atau tenaga kerja Orang Asli Papua, Masyarakat Adat dan seterusnya.

Bagaimana Isu Lokal Papua Yang Berdimensi Internasional Seperti itu bisa di angkat dalam pertemuan Multilateral seperti ini. Inilah ajang pertarungan Isu yang bisa menjadi Common Sense, perhatian bersama semua pihak. Isu Indigenious People and Economic, Enviroment, act. Semua peserta yang terlibat mesti menjadi dasar pikiran ini sebagai Argumen pokok dalam berdiplomasi dalam Y20 Dan G20.

Selamat Berjuang Duta-duta Papua Dalam Said Event Group Of Twenty

Penulis Agustinus R Kambuaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *