Alumni P2TIM ini Bersyukur Bisa Bekerja Sebagai Time Keeper di  LNG Tangguh Dengan Gaji Yang Cukup

Bagikan berita ini

Bintuni,Sorotpapua.net – Levinus Ayamiseba adalah salah satu dari sekian banyaknya alumni Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Kabupaten Teluk Bintuni (P2TIM TB) dari angkatan ke-8 (batch-8).

“Sejak ia mengikuti pendidikan di P2TIM,sikap Levinus Ayamiseba berubah 100 persen”

Levinus merupakan lulusan dari P2TIM Teluk Bintuni pada tanggal 31 Agustus 2021 dan dirinya sempat menganggur namun tidak lama, yakni hanya sebulan ia mendapat kabar dari admin Petrotekno selaku operated P2TIM TB untuk melengkapi berkas-berkas untuk bergabung dengan perusahaan sub kontraktor BP Tangguh yaitu PT.TMJO yang saat ini beroperasi di Project Train III LNG Tangguh.

Setelah melewati semua proses karantina , akhirnya Levinus sampai di LNG Tangguh untuk bekerja di Laydown TMJO Insulation menjadi asisten Insulation di Project Train III LNG Tangguh selama 4 bulan, lalu ia dipindahkan ke posisi Time Keeper untuk mengawasi semua karyawan TMJO yang bekerja di Train 3 LNG Tangguh.

Dan saat  ini Levius Ayamiseba dengan penuh suka cita dan bersyukur kepada Tuhan atas pencapaian yang dirinya capai saat ini sebagai seorang Time Keeper di Train 3 LNG Tangguh dengan gaji yang cukup dan memiliki banyak teman kerja yang berasal dari berbagai daerah.

Levinus berasal dari suku Wamesa (air bersih) salah satu suku asli Teluk Wondama dan Teluk Bintuni (air kabur) dari Kampung Roon Distrik Yende Kabupaten Teluk Wondama.

Levinus menceritrakan ia mengenal P2TIM TB lewat seorang teman yang juga alumni P2TIM TB angkatan ke-6 (batch-6).Namun sebelum menempuh pendidikan di P2TIM TB dirinya masih memiliki atitude atau sikap yang masih didominasi oleh hal-hal negatif.

Dimana setiap hari di rumah dan selalu bangun pagi pukul 07.00 atau 08.00. Tetapi setelah diberikan kesempatan menjalani pendidikan di P2TIM,sikap Levinus berubah 100 menjadi positif.

Yaitu setiap hari dia diajarkan disiplin waktu dan saat di asrama P2TIM dia harus bangun pagi mulai pukul 04.00 Wit subuh untuk memulai aktifitas mandi, sarapan hingga apel pagi lalu ikut Bus ke Kampus P2TIM di Beimes SP-5 Distrik Bintuni Timur.

Levinus
Levinus

“Intinya bahwa semua langkah saya diatur dengan waktu untuk menjadi seorang Pipe Fitter yang memiliki skill yang mumpuni yang dapat bersaing diberbagai macam Project Migas tingkat dunia.

Dari P2TIM TB lah baru saya menyadari dan paham betul bahwa waktu itu sangat penting bagi saya, di usia muda untuk menjadi orang yang berguna dan lebih baik, ujarnya.

Selama di P2TIM TB, Levinus menuturkan bahwa  dirinya diajarkan untuk disiplin waktu serta menghargai setiap sesama rekan kerja dan memiliki sikap atau atitude yang baik dan selalu bersikap positif.

“Semua yang saya dapatkan di P2TIM TB sangat bermanfaat ketika saya mulai bekerja di dunia nyata yaitu di Site LNG Tangguh.

Apa yang sudah saya dapatkan di P2TIM TB itu sama dengan apa yang saya lakukan ketika saya sudah bekerja di Train 3 LNG Tangguh yaitu disiplin dalam bekerja dimana setiap hari saya harus bekerja 8 jam tanpa mengenal lelah.

Tiap subuh saya harus sudah bangun lakukan aktifitas rutin seperti mandi, antri makan. Dan setelah itu  antri naik Bus untuk ke tempat kerja, paparnya mengenang kisahnya baik masih di P2TIM TB maupun setelah bekerja di Train 3 LNG Tangguh.

Levinus juga mengungkapkan bagaimana dirinya bisa mengetahui nama-nama material setelah dirinya bekerja di Train 3 LNG Tangguh untuk digunakan khusus untuk Insulation.Seperti RockWool, blangket, membransit dan beberapa alat-alat yang digunakan di Laydown area, terangnya.

Pada kesempatan itu, Levinus juga memberikan motivasi dan pesan-pesan yang bermanfaat kepada adik-adiknya yang saat ini masih belajar di P2TIM TB yakni angkatan ke-9 (batch-9) bahwa setiap tantangan dalam dunia kerja nyata harus diterima dengan lapang dada.Serta menyikapinya dengan tenang dan mudah. Hal itu semua tentunya adik-adik bisa terapkan ketika nanti bekerja di dunia nyata sebagaimana kakak sekarang rasakan setelah bekerja.

Ini semua berkat bimbingan tentang kejujuran, kedisiplinan yang kakak dapatkan dari instruktur-instruktur dari Petrotekno yang ada di P2TIM TB yang sangat berpengalaman dan memiliki ilmu yang luas dan terpercaya di tingkat nasional dan internasioal.

Terima kasih yang setinggi-tingginya saya ucapkan kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, P2TIM TB dan Petrotekno selaku operated yang telah menggembleng saya sehingga saya bisa seperti saat ini. Yaitu dari orang biasa dari kampung Roon distrik Yende bisa menjadi orang yang bermanfaat dan menjadi berkat bagi banyak orang, tuturnya.

Sebelum mengakhiri kisahnya, Levinus Ayamiseba juga berpesan kepada adik-adiknya di P2TIM TB yang saat ini masih menempuh pendidikan agar lebih giat lagi belajar dan timbalah semua ilmu dari setiap instruktur yang mengajarimu.

Ingat lambat berpikir, lambat mengambil keputusan akan kehilangan peluang-peluang berharga dan peluang itu tidak selalu datang berulang.

Orang-orang yang sukses selalu berpikir cepat dan juga cepat dalam mengambil keputusan dan segera bertindak, tutup Levinus Ayamiseba(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.