Pit Matret Tepati Janji Naikan Bantuan Modal Usaha Jadi 10 Miliar   

Bagikan berita ini

Bintuni,Sorotpapua.net – Diawal tahun 2022,Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menyalurkan bantuan modal usaha yang bersumber dari dana otonomi khusus tahun anggaran 2021 bagi masyarakat asli Papua.

Penyaluran bantuan modal usaha ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Teluk Bintuni,Ir.Petrus Kasihiw,MT didampingi Wakil Bupati,Matret Kokop,SH di Gedung Serba Guna(GSG)Turut hadir  Pimpinan OPD dan OAP penerima bantuan modal usaha.

Bupati dalam sambutanya mengatakan,bantuan modal usaha yang digulirkan ini bersumber dari dana Otsus tahun anggaran 2021 dikhususkan bagi masyarakat asli Papua.

Masyarakat harus mengucap sykur karena di kabupaten dan kota lain tidak ada program seperti ini,hanya ada di Bintuni.

“Ini merupakan program pro rakyat Bupati dan Wakil Bupati sejak periode pertama sampai periode kedua ini masih berlanjut sampai sekarang.Dimana total anggaran yang sudah digulirkan semenjak tahun 2017 sampai sekarang mencapai 30 miliar”.

Program ini kata Bupati,akan berlanjut terus sampai 2024 masah berakhirnya kepemimpinan mereka.Di tahun 2022 ini program modal usaha ini bersumber dari dua mata anggaran,pertama bersumber dari dana Otsus yang diperuntukan bagi OAP.Sedangkan bantuan modal usaha lainya bersumber dari anggaran umum

Dan ini sudah sesuai janji PMK2 saat kampanye menaikan dana modal usaha dari 5 miliar menjadi 10 miliar,maka hari ini PMK2 mewujudkan janji tersebut.Ini merupakan kesempatan baik bagi OAP sehingga harus dimanfaatkan dengan baik dan harus belajar dari saudara saudara kita non OAP dalam usaha,”ujar Bupati.

Kenapa bantuan modal usaha baru dibagikan karena transferan dari pusat baru masuk sehingga saya berharap masyarakat manfaatkan bantuan ini dengan baik,”harap Bupati

Bantuan Modal Usaha ini digulirkan semenjak tahun 2017 dengan jumlah anggaran sebesar Rp 5 milyar. Adapun jumlah pemohon / proposal yang masuk adalah sebanyak 482 proposal dengan kriteria:

1). Usaha Koperasi Rp 20 juta

2).Usaha Bengkel Rp 15 juta

3). Usaha Kios Rp 10 juta

4). Jualan Pinang Sirih Rp 5 juta

5). Total dana yang terpakai Rp 4,6 milyar sehingga masih ada sisa Rp 400 juta.

Tahun 2018 sebesar Rp 5 miyar dengan jumlah pemohon / proposal yang masuk Sebanyak 1.061 proposal dengan Kriteria:

1). Usaha Koperasi Rp 10 juta

2.) Kios, Jualan Pinang, dll disamaratakan Rp 5 juta

Tahun 2019 total anggaran Rp 5 milyar dengan pemohon yang masuk sebanyak 898 proposal plus bantuan untuk 5 OAP masing-masing Rp 100 juta. Selain kepada 5 OAP diatas, anggaran juga diberikan kepada 898 pemohon yang secara merata mendapatkan Rp 5 juta untuk semua bentuk usaha.

Tahun 2020 dengan jumlah Anggaran Rp 5 milyar dengan jumlah pemohon / proposal 950 proposal. Menyesuaikan banyaknya jumlah pemohon, maka besaran bantuan diperkecil menjadi Rp 4 juta plus bantuan yang khusus diberikan kepada mama OAP (untuk pasar online) sebesar Rp 250 juta.

Sedangkan Tahun Anggaran 2021 yang bersumber dari dana Otsus sebesar Rp 10 milyar dengan pemohon berjumlah 2.365 proposal. Adapun besaran anggaran disamaratakan menjadi Rp 4 juta per orang(pw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.