Kawasan Industri Teluk Bintuni Memasuki Tahap Penyiapan

Bagikan berita ini
Peserta FGD
Peserta FGD

Bintuni,Sorotpapua.net-Kementerian Perindustrian melakukan Focus Group Discussion (FGD) percepatan pelaksanaan proyek KPBU Kawasan Industri Teluk Bintuni.Tujuanya mencari solusi bersama terkait beberapa tantangan yang dihadapi dalam proses pengemangan Kawasan Indistri Teluk Bintuni di swiss-beelHotel Manokwari,Selasa(12/10/2021)

Turut Hadir Bupati Teluk Bintuni,Ir.Petrus Kasihiw,MT,Kepala Bapelitbangda,DR.Drs Alimudin,Kepala Prindagkop Bintuni,Yulis Bandi,Kepala Dinas PUPR,Tomy Tulak.Selain itu juga hadir Direktur Perwilayahan Industri,Adie.R.Pandiangan.Ketua Tim KPBU,Ignatius Warsito dan Asisten Deputi Industri Pendukung Infrakstruktur Kedeputian Bidang Koordinasi Infrakstruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi,Yohanes Yudi Prabangkara.

Direktur Perwilayahan Industri,Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan,FGD ini berusaha menegaskan konsistensi Kementerian Perindustrian dalam mengembangkan Industri Teluk Bintuni berbasis industry pengolahan gas.

Lebih lanjut dijelaskan,FGD ini juga sebagai bentuk dukungan Kementerian Perindustrian pada rencana pengembangan kawasan Industri Teluk Bintuni yang akan dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha(KPBU)atau yang lebih kita kenal dengan Public Privat Partnership(PPP) pengembangan kawasan Industri Teluk Bintuni dilakukan dengan skema DBMT) dengan jangka waktu KPBU selama 23 tahun.

“Selain itu,skema pengembalian investasi mengunakan skema Availability Payment(AP) yang akan dibebankan pada padu anggaran Kementerian Perindustrian”tutup Adie Rochmanto

Sementara Ketua Tim KPBU Kawasan Industri Teluk Bintuni,Iganatius Warsito pada FGD tersebut mengungkapkan,proyek KPBU Kawasan Industri Teluk Bintuni saat ini telah sampai pada tahap penyiapan dan telah menyelesaikan kajian desktop analisis namun untuk melanjutkan ke tahap berikutnya terdapat beberapa syarat yang harus dilengkapi.

“Salah satu tantangan yang dihadapi kata Ignatius Warsito adalah dalam pengembangan KI Teluk Bintuni yakni proses pengadaan lahan di Distrik Sumuri dan kepastian alokasi gas”

“Jadi,proses pengadaan lahan sebaiknya dilakukan oleh pemerintah daerah sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan kawasan.Namun selain itu kepastian alokasi gas masih menunggu selesainya kajian yang dilaksanakan oleh pihak SKK Migas untuk mendukung keberlangsungan kawasan industry hingga 20 tahun kedepan”ujar Ignatius

Lebih lanjut dihelaskanya bahwa, Kementerian Perindustrian mengharapkan dukungan K/L terkait membangun konektivitas wilayah di Papua Barat terutama di lokasi  rencana KI Teluk Bintuni.Dukungan infrakstruktur seperti Pembangunan pelabuhan,jalan dan jembatan.Sehingga dengan dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing kawasan terutama dalam proses KPBU.

Sehingga dukungan ini merupakan bentuk kerja upaya pemerintah Indonesia dalam mendukung dan memperkuat Pembangunan kawasan industry Teluk Bintuni dengan menjembatani keungulan pihak swasta dan pemerintah demi kehidupan masyarakat khususnya masyarakat Papua Barat dan kabupaten Teluk Bintuni yang lebih baik”harap Ignatius Warsito

Sementara itu,Bupati Teluk Bintuni,Ir.Petrus Kasihiw,MT minta pemerintah pusat agar progress progres yang sudah dilakukan bisa memberikan kepastian kawasan industry.

“Hal ini agar kami di daerah ketika berbicara dengan masyarakat adat mereka yakin bahwa proyek ini pasti ada.Dengan begitu,masyarakat adat cepat membantu pemda dalam menyelesaikan lokasi di kawasan industry”.

Nah,sejak tanggal 9 pemda dan pemilik hak ulayat(kepala marga-red)sudah koordinasi,bahkan kami sudah menyerahkan surat pernyataan dari masyarakat adat pemilik tanah di Onar”tegas Bupati.

Lanjut ditegaskan Bupati bahwa seluruh masyarakat Onar selalu bertanya kapan Kawasan Industri ini jalan,jangan sampai kami sudah memberikan tanah tetapi kawasan industry ini tidak terlaksana.

Intinya masyarakat di Kampung Onar sangat antusias agar proyek kawasan Industri ini cepat berjalan,”tegas Bupati(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *