Dinilai Tidak Memiliki Etika dan Hargai Adat,LMA 7 Suku akan Tuntut Menteri Investasi.

Bagikan berita ini
Ketua LMA 7 Suku,Marthen Wersin
Ketua LMA 7 Suku,Marthen Wersin

Bintuni,Sorotpapua.net – Pernyataan Menteri Investasi/Kepala BPKM RI,Bahlil Lahadalia di media massa bahwa,”barang apa jadi,pabrik saja kita pindahkan,apalagi batas wilayah itu,” diinilai sangat menyingung hati dan martabat masyarakat 7 Suku Kabupaten Teluk Bintuni.

“Stetmen Menteri Investasi sangat melecehkan dan tidak menghargai adat,karena yang dibicarakan adalah tanah adat sehingga kami menilai Menteri Investasi tidak memiliki etika adat’

Stetmen seperti ini bisa menimbulkan hal hal yang tidak dinginkan di tengah tengah masyarakat.Untuk itu,mari saling menghargai adat”tegas Ketua Lembaga Masyarakat Adat 7 Suku Kabupaten Teluk Bintuni,Marthen Wersin kepada media ini diruang kerjanya (Jumat(1/10/2021)

Lebih lanjut ditegskan, batas tanah adat antara Bintuni dan Fakfak masih sengketa namun itu nanti ranah penyelesaianya di adat.

Kalau berbicara terkait Pabrik Pupuk,itukan sudah ditetapkan oleh pemerintah untuk dibangun di Bintuni,namun menurut informasi akan dipindahk.Sehingga kami tegaskan bahwa,rencana Pembangunan pabrik pupuk tersebut masuk di wilayah tanah adat Bintuni sehingga akan mempertahankan.

Untuk itu sebagai seorang Menteri, kalau berbicara harus memiliki etika adat,sehingga jangan sampai melecehkan adat,”ujar Marthen Wersin

Lebih lanjut ditegaskanya lagi bahwa,pihaknya akan mempertahankan pabrik agar tetap dibangun di Bintuni.Mari atur yang baik agar kedepan pabrik ini bukan saja menguntungkan Bintuni tetapi semua daerah sekitarnya.

Kepada pemerintah mari bekerjasama yang baik agar jangan menjadi masalah.Kami hargai pemerintah begitupun sebaliknya.Intinya saling menjaga keamanan dan ketertiban karena akan berdampak pada kita semua

“Sekali lagi,dengan cara apapun pabrik pupuk tidak akan dipindahkan.Dan pada intinya pernyataan Bahlil menyingung dan melecehkan kami masyarakat 7 Suku,sehingga beliau harus mempertangungjawabkanya dan mengembalikan nama baik Bintuni yang dianggap tidak memiliki harga diri.Bahlil harus mempertangugjawabkan dan kami akan tuntut dia’tegas Marhen Wersin

Sekretaris LMA 7 Suku,Melianus Waney,SE Saat Diwawancarai Wartawan
Sekretaris LMA 7 Suku,Melianus Waney,SE Saat Diwawancarai Wartawan

Hal senada juga ditegaskan Sekretaris LMA 7 Suku Melianus Waney,SE,menurutnya, pernyataan Bahlil tersebut meremehkan masyarakat Bintuni terutama masyarakat asli 7 Suku.

“Pernyataan Bahlil di media bahwa barang apa jadi,pabrik pupuk saja kita pindahkan apalagi batas wilayah itu.Bahasa seperti itu meremehkan kami masyarakat adat 7 Suku”.

Sebagai anak adat harus menghormati dan memiliki sopan santun yang baik,sehingga kami minta Bahlil  meminta maaf kepada masyarakat 7 Suku,”tegas Melianus Waney (pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *