Limbah Peternakan Dekat Kediaman Wabup Mengangu Kenyamanan Warga,LBH Sisar Matiti Pertanyakan Perizinanya

Bagikan berita ini
Lokasi Peternakan Sapi
Lokasi Peternakan Sapi

Limbah Peternakan Sapi Dekat Kediaman Wabup Mengangu Kenyamanan Warga,LBH Sisar Matiti Pertanyakan Perizinanya

Bintuni,SorotPapua.net – Limbah peternakan sapi dekat Kediaman Wakil Bupati ,Rumah Tamu Negara dan perumahan warga mulai mengangu kenyamanan warga sekitar.

Pasalnya aroma yang dihasilkan oleh limbah peternakan sapi tersebut baunya mulai mengangu warga sekitar,”ujar Direktur Lembaga Bantuan Hukum(LBH) Sisar Matiti,Yohanes Akwan melalui press releasenya diterima media ini,Kamis(11/3/2021)

“Saya mendapatkan laporan dari warga yang sering melewati jalan itu kalau limbah pembuangan dari sapi-sapi tersebut sangat mengganggu kenyamanan. Kami juga khawatir dengan sapi yang begitu banyak sehingga dampak lingkungan harus diperhatikan.Yang menjadi pertanyaan kami kira kira sistem pengelolaan limbah dari sapi-sapi tersebut bagaimana?

Akwan akan mempertanyakan perihal kelengkapan dan perizinan dari peternakan tersebut ke Dinas Dinas terkait. Karena melihat jumlah ternak yang dibudidayakan di dalam kandang begitu banyak, sehingga dikategorikan sebagai usaha peternakan skala kecil. Hal ini berdasarkan Lampiran I Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Pendaftaran Dan Perizinan Usaha Peternakan (Permentan 14/2020),”ujar Anis Akwan

Lebih lanjut menurut Anis Akwan,untuk Persyaratan Peternakan : Menurut Permentan 14/2020, jenis usaha peternakan skala kecil, harus mempunyai izin yakni, Surat Tanda Daftar (STD) dan Perizinan Berusaha. Dalam hal administratif, sebuah kandang peternakan harus memenuhi syarat tertentu yang harus diperhatikan sebagai syarat dalam melakukan usaha ternak. Letak kandang yang harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRWK) dan Rencana Detail Tata Ruang Daerah Kabupaten/Kota (RDTRD) serta sesuai dengan daya dukung lahan. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL).

Pemilihan lahan yang dimaksud di dalam peraturan tersebut, merupakan upaya pemerintah dalam mengantisipasi dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan oleh limbah pembuangan yang dihasilkan oleh hewan ternak, terutama dampak kemana manusia atau warga sekitar.

Direktur LBH Sisar Matiti,Yohanes Akwan,SH
Direktur LBH Sisar Matiti,Yohanes Akwan,SH

“Nah, kalau dilihat dari peraturan di atas, dari segi lokasi saja sudah tidak tepat. Setelah saya lihat, bukan hanya warga terganggu. Peternakan tersebut tepat berdiri di samping Rumah Tamu Negara dan Kediaman Bupati.

Bintuni ini sedang berkembang pesat. Makin hari makin banyak tamu negara yang akan berkunjung di sini, dan mendiami Rumah Tamu Negara. Bagaimana jika polusi dari kandang sapi menjadi sangat mengganggu? Bupati kita akan dinilai tidak profesional,”

Akwan akan menindaklanjuti keluhan dari warga sekitar kepada Bupati Teluk Bintuni agar bisa memerintahkan dinas-dinas terkait, yakni Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup, untuk bisa segera mengambil tindakan.

“Saya minta bapak bupati nanti supaya bisa memperhatikan ini. Polusi yang timbul akibat limbah sapi-sapi ini tidak bisa dibiarkan lebih lanjut. Ini bukan satu dua ekor yang dipelihar tapi ini sudah masuk dalam skala usaha kecil. Perizinan dan pengolahan lingkungan harus diperhatikan dan wajib ada,” pungkas Akwa(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *