Dinilai Prematur,Pengadilan Tinggi Jayapura Tolak Gugatan Bryan Tanbri

Bagikan berita ini

Bintuni,SorotPapua.net – Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jayapura menilai gugatan Bryan Tanbri premature sehingga menolak atau tidak menerima gugatan pengugat(niet onvankelijk verklaard).

Putusan ini bernomor : 71/Pdt/2020/PT.JAP tanggal 5 November 2020 yang secara legal menerima permohonan banding dari pembanding I semula tergugat I Dinas Perindustrian,Perdaganggan dan UMKM Teluk Bintuni dan pembanding II  tergugat II Dinas Perindustrian dan Perdaganggan Papua Barat.

Kuasa Hukum Dinas Perindustrian ,Perdaganggan Koperasi dan UMKM Kabupaten Teluk Bintuni,Cosmas Refra,SH.MH mengapresiasi Hakim Pengadilan Tinggi Jayapura yang dipimpin Hakim Ketua,Rama Jon Muliaman Purba,SH .MH karena dengan cermat mempertimbangkan permohonan klienya.

“Jadi Hakim Pengadilan Tinggi Jayapura menilai pengugat(Bryan Tanbri)premature sehingga Hakim menolak permohonan pengugat.Kami baru terima salinan putusan ini dari Panitra Muda Perdata,”ujar Cosmas Refra

Lebih lanjut ditegaskanya,dalam rentang waktu 14 hari,kami belum mendapatkan informasi bahwa,apakah pengugat mengambil langkah kasasi ke MA,tetapi kurun waktu 14 hari sudah lewat.Sehingga Bryan Tanbri sudah kehilangan haknya untuk lakukan kasasi ke Mahkamah Agung(MA).

Untuk itu,putusan nomor 71/PDT/2020/PT.JAP sudah memiliki hukum untuk dilakukan eksekusi atau incracht van gewijsde.

Namun, sebelumnya pada putusan nomor 29/PDT.G/2019/PN.Mnk gugatan Bryan Tanbri dikabulakn sebagian sehingga para tergugat membayar kerugian material yang terdiri dari modal usaha Rp 989.900.000 dan keuntungan seharusnya pengugat peroleh Rp,2.657.100.000.Dan bunga moratoir dari modal pengugat Rp.989.900.000 serta ditambah pengugat dihukum membayar kerugian inmateril 2 miliar,kata Cosmas Refra.

Lanjut Cosmas Refra lagi,para tergugat juga telah dihukum Rp.3.596.000 akan tetapi PT Jayapura nyatakan pengugat premature.Ini dikarenakan kata Cosmas,dasar gugatan Bryan Tanbri atas putusan PN Manokwari nomor 149/Pid Sus/2019/PN.Mnk yang diajukan PN Manokwari untuk dasar dalam memutuskan perkara tersebut.

Kan putusan tersebut belum memiliki kekuatan hukum yang tetap.Makanya Pengadilan Tinggi (PT) Jayapura menilai gugatan perdata dari PN Manokwari terlampau dini.Sehingga Hakim PT Jayapura berpendapat premature dan gugatan diajukan terlampau dini,”pungkas Cosmas Refra(..)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *