Bupati Bintuni Berharap SKK Miggas Selesaikan Adendum Amdal Kepada Masyarakat Adat

Bagikan berita ini

Jakarta,SorotPapua.net –Bertempat di salah satu hotel di Jakarta,Senin(23/2/2021)dilakukan pertemuan secara virtual yang melibatkan pihak BP Tangguh,Bupati,OPD teknis,LSM dan Lembaga Hukum membahas tentang addendum amdal rencana penggelolaan lingkungan hidup,rencana pemantauan lingkungan hidup(RPL/RKL)BP Tangguh yang telah beroperasi dari tahun 2014

Pertemuan tersebut menindaklanjuti pengeboran pada sumur forwata satu serta forwata dua yang berlokasi di wilayah adat distrik Taroi dan Sumuri Kabupaten Teluk Bintuni

Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T kepada awak media di Jakarta mengatakan, dua sumur gas yang dilakukan adendum atau perubahan amdal itu merupakan lanjutan bukan penambahan lokasi baru

Karena sejumlah pipa yang mengeluarkan gas pada kedua ladang ini sudah tidak bisa digunakan, mungkin karena tersumbat atau kondisi lain sehingga perlu dibor pipa baru

Awak Media Saat Mewawancarai Bupati Teluk Bitnuni,Ir.Petrus Kasihiw,MT di Salah Satu Hotel di Jakarta
Awak Media Saat Mewawancarai Bupati Teluk Bitnuni,Ir.Petrus Kasihiw,MT di Salah Satu Hotel di Jakarta

“Ini kegiatan yang dilakukan terhadap dua wilayah gas yang memang diekplorasi selama ini di traine 1 dan 2, jadi pelaksanaan perubahan amdal ini agar melihat kembali jangan ada dampak, apakah itu dampak lingkungan atau dampak sosial terhadap warga di sekitar lokasi” kata Bupati dua periode Kabupaten penghasil migas itu

Dalam amdal itu juga lanjut Bupati Kasihiw menjelaskan terjadi perubahan dimana BP Tangguh sebagai pemrakarsa dan pengelolah membuka akses wilayah masuk ke LNG tangguh.

“Jadi kalau dulu semua harus lewat depan baik aktifitas perusahan maupun masyarakat yang datang bawa bahan makanan, sekarang ini pihak pengelolah membuka pintu gerbang samping, hal ini mempermudah distribusi barang keluar masuk di wilayah LNG” ujarnya.

Kepala daerah visioner yang murah senyum itu berharap agar pihak BP Tangguh dan SKK Migas berkomitmen untuk menyelesaikan isi dari ademdum Amdal itu, terutama kepada masyarakat.

Sehingga tidak menimbulkan persoalan baru pada saat pelaksanaan di lapangan nantinya. “Karena ada beberapa komitmen pada amdal sebelumnya kepada masyarakat di sekitar lokasi belum dilaksanakan pihak BP Tangguh”tutup Petrus Kasihiw(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *