Anis Akwan,Kejadian di Dataran Beimes Terjadi Tanggal 8,dan Bukan di Dalam TPS

Bagikan berita ini

Bintuni,SorotPapua.net – Koordinator Pemenangan PMK2 Wilayah I Yohanis Akwan mengakui ada pengusiran di Distrik Dataran Beimes,namun kejadian tersebut terjadi tanggal 8, bukan tanggal 9.

“Kami mendapatkan informasi bahwa memang ada pengusiran pada tanggal 8 Desember pukul 8 malam WIT dan kejadianya beda apalagi bukan di dalam TPS.Saya sendiri monitor TPS dan itu berjalan seperti biasa ada keamana dan tidak ada pengusiran saksi,”

Untuk itu,bila Bawaslu Teluk Bintuni mengeluarkan surat,maka itu sebagai pemicu konflik.Hal ini jangan di politisir,silahkan Tanya petugas disana(dataran beimes-red) apakah ada orang yang di usir di TPS?,”tegas Anis Akwan.

Lebih lanjut ditegaskan Anis Akwan,seandainya pengusiran di Tempat Pemunggutan Suara(TPS)maka otomatis kami yang salah, tetapi ini kejadianya kan tanggal 8 pukul 10 malam.

Dan faktanya saat pemungutan suara,semua berjalan dengan aman dan masyarakat menyalurkan hak pilihnya dengan baik.Apalagi semua saksi menandatangani berita acara,maka kemudian kalau ada yang mengatakan PMK2 mengusir saksi,maka kami tegaskan PMK2 tidak pernah mengusir saksi karena kami taat aturan.

Nah kenapa sampai ada pengusiran,karena pada H min 1 ada orang luar masuk di Dataran Beimes dan mereka bukan penduduk disana.Kita ambil contoh di Kampung Lama,orang luar juga dilarang masuk disana.

Jadi sekali lagi kalau H Min 1,tidak boleh orang luar masuk dan masyarakat mengantisipasi hal itu.

Ditambahkan Anis Akwan,memang ada pengaduan oleh paslon 01 ke Bawaslu tetapi tetapi tidak ada pemeriksaan,seharusnya formil materil harus dibuktikan.Seharusnya Simon Dowansiba diambil keterangan tidak boleh diambil keptusuan sepihak,”tutup Anis Akwan

Sementara Ketua Harian DPD Partai NasDem Teluk Bintuni,Simon Dowansiba,SE menegaskan,kejadian sebenarnya yakni tanggal 8 pukul 10 malam,saat itu kami tanyakan kepada salah satu sopir bahwa,dari mana dan tujuan ke Dataran Beimes untuk apa? Saat itu ia menjawab bahwa ia dari pasar tetapi tujuan ke Dataran Beimes ia tidak mengetahuinya.

Jadi, yang ingin saya tegaskan bahwa,saya juga tidak pernah mengenal saksi modelnya seperti apa.Maka saya tegaskan sekali lagi bahwa informasi tersebut tidak benar.

Untuk itu,yang ingin saya tegaskan adalah tidak ada Pemungutan Suara Ulang(PSU)di Dataran Beimes.Dan pencemaran nama baik ini harus dituntaskan,”kata Simon Dowansiba(TEAM)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *