Besok KPU Gelar Simulasi Pemunggutan dan Perhitungan Suara di Distrik Tembuni

Bagikan berita ini

Bintuni,SorotPapua.net – Direncanakan Komisi Pemilihan Umum(KPU)Kabupaten Teluk Bintuni mengelar simulasi pemungutan dan perhitungan suara di TPS 1 Stenkool Distrik Tembuni,Sabtu(21/11/2020)

Ini merupakan simulasi nasional yang dilakukan secara serentak di 154 kabupaten/kota se-Indonesia terkait simulasi pemungutan dan perhitungan suara di TPS menjelang 9 Desember 2020.

Nah, untuk Provinsi Papua Barat digelar di tiga kabupaten,yaitu Kabupaten Raja Ampat,Manokwari dan Kabupaten Teluk Bintuni,”kata Divisi Teknis KPU Papua Barat yang juga Korwil Teluk Bintuni,Fatmawati Anas

 

Lebih lanjut dikatakan Fatmawati Anas,diharapkan dengan adanya simulasi ini bisa memberikan gambaran kepada masyarakat.Sehingga para pemilih bisa mengetahui cara pemungutan dan perhitungan suara pada pilkada 2020 di massa pandemi Covdi-19

“Jadi tentu tata cara pemungutan suara agak berbeda dengan pilkada 2015.Sehingga KPU dalam melaksanakan Pilkada 2020 ini harus memperhatikan protocol kesehatan.Yang jelas kami akan membuat TPS yang senyaman mungkin dari penyebaran Covid-19,”

KPU sekali lagi akan memperketat protocol Covid-19 di TPS,baik untuk petugas KPPS,saksi,pengawas dan para pemilih.

Saya berharap pemilih yang datang ke TPS tidak merasa takut,karena jangan sampai rasa takut membuat mereka tidak ke TPS.Pada hal menurutnya,kehadiran pemilih di TPS sangat berguna pada pemilihan tanggal 9 Desember mendatang.

Jadi gambaranya,ketika para pemilih ke TPS harus menjaga jarak,mencuci tangan dan diperiksa suhu tubuh.Dan ketika ada pemilih yang suhu tubunya di atas 37 derajat,maka pemilih tetap akan diberikan hak pilihnya di bilik khusus,”ujar Fatmawati Anas

Lebih lanjut menurutnya lagi,saat pemilih masuk ke TPS,semua pemilih akan diberikan sarung tangan plastic oleh KPPS.Kemudian mengisi daftar hadir,menyerahkan C- pemberitahuan(-C 6),wajib membawah KTP elektronik.Setelah melakukan pencoblosan,maka KPPS akan meneteskan tintah di tangan si pemilih kemudian pemilih mencuci tanganya.

Ini merupakan prosudur nasional yang ditetapkan oleh KPU RI dan wajib di ikuti KPU daerah sampai di TPS TPS.Semoga protocol Covid -19 yang ketat ini bisa meminimalisir bahkan tidak ada penyebaran di tingkat TPS ketika pemilih dan pelaksana mematuhi protocol Covid -19,”pungkas Fatmawati Anas(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *