Survei Terbaru Pilkada Teluk Bintuni,Pit Matret Unggul

Bagikan berita ini

Bintuni,SorotPapua.net – Lembaga survei LP3N merilis hasil survei pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni ,Selasa(17/11/2020).

Hasilnya, pasangan calon nomor urut dua Petrus Kasihiw dan Matret Kokop unggul dari lawanya.Survei ini mengunakan Metode Multistage Random Sampling,dengan jumlah responden 420 orang yang tersebar di beberapa Distrik.Survei digelar tanggal 2 – 22 Oktober 2020

Direktur LP2N,Muhdar Ikhsan Wuel mengatakan, dari hasil survey,elektabilitas Petrus Kasihiw dan Matret Kokop(PMK2)unggul 58,81 persen dibandingkan lawanya Ali Ibrahim Bauw dan Yohanis Manibuy 29.52 persen,sedangkan yang belum menentukan pilihan atau masih rahasia 11,67 persen.

Jadi, standar yang kami gunakan adalah berdasarkan populasi penduduk bukan jumlah populasi pemilih.Sehingga angka 420 itu merupakan standar yang ditentukan dalam metode survey.Angka 420 merupakan standar yang digunakan lembaga survey manapun berdasarkan jumlah penduduk.

“Sehingga kami sangat yakin bahwa,ini sudah sesuai dengan metode ilmiah,sehingga data yang kami sajikan ini bisa dipertangunggjawabkan keabsahanya  baik secara ilmiah maupun data di lapangan,”kata Muhdar Ikhsan.

Lebih lanjut dikatakan Muhdar Ikhsan,dari gambaran di atas sudah memberikan penjelasan bahwa,dari marjin of error 3,6 persen dan tingkat akurasi 95 persen sudah cukup memberikan gambaran bahwa angka presentasi pertanyaan tertutup dan terbuka terhadap elektabilitas dan popularitas sudah sangat falid dan sesuai standar survey.

Untuk itu,kami sangat yakin bahwa,11 persen pemilih yang belum menentukan pilihan ini ketika tim PMK2 dan Kandidat bekerja lebih keras lagi maka tidak menutup kemungkinan angka presentasi pada tanggal 9 Desember bisa menembus 69 sampai 70 persen kemenangan di peroleh PMK2.

Maka,yang ingin saya tegaskan bahwa, dari rens waktu yang tersisah 22 hari ini,kandidat lain tidak bisa mengejar elektabilitas PMK2,karena pemilih yang belum menentukan pilihan hanya 11 persen lebih.Jadi,selisinya 29,29 persen.Sehingga sekali lagi tidak bisa mengejar mengingat konsestensi yang sudah menentukan pilihan sangat besar,”

Dikatakan,pihaknya sudah teruji dalam melakukan survey,baik di Provinsi Maluku maupun di Papua Barat,”tutup Muhdar Ikhsan(TEAM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *