Siapkan SDM Berkualitas,Pemda Kirim 6 Anak Bintuni Sekolah di AS

Bagikan berita ini

Bintuni,SorotPapua.net- Bupati Teluk Bintuni,Ir.Petrus Kasihiw.MT saat bincang bincang dengan media ini menjelaskan, Sumber Daya Manusia yang berkuaitas dan berdaya saing menjadi kunci keberhasilan pembangunan di suatu daerah. Tanpa SDM yang unggul ,kita hanya menjadi obyek dan penonton dari proses pembangunan, apalagi Kabupaten Teluk  Bintuni memilki  Sumber Daya Alam yang melimpah terutama migas, batubara, perikanan, kehutanan dan pertanian.

Hal inilah menjadi perhatian saya dan Wakil Bupati dalam visi dan misi pembangunan Teluk Bintuni 2016-2021 yakni pengembangan SDM menjadi hal yang utama. Dan perlu di fahami bahwa pengembangan SDM itu butuh waktu dan strategi yang tepat.

Sehingga dalam jangka menengah pemerintah daerah terus mendorong pengembangan SDM melalui Pembenahan Sistem pendidikan, pembangunan sarana dan sarana pendidikan, dan peningkatan tata kelolah manajemen sekolah, peningkatan mutu  kualitas tenaga pendidik, serta membangun pusat pelatihan berbasis sektor strategis yang dibutuhkan pasar kerja terutama disekror industri dan migas.

Selain itu, Pemda juga memfasilitasi anak anak  asli Papua 7 Suku untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, baik dalam negeri maupun diluar negeri melalui kerjasama dengan lembaga pendidikan, agar anak anak Teluk Bintuni mendapat kesempatan, dan saat ini sekitar 1600 an anak dari Teluk Bintuni yang sedang belajar di 27 Kota Studi di Indonesia.

Dan untuk pertama kalinya 6 anak Teluk Bintuni dapat merasakan pendidikan di Amerika Serikat setelah terlebih dulu belajar di Sampurna Boarding School, dan melanjutkannya ke Arizona University dengan pola double degree dengan Sampoerna University. Mereka di persiapkan untuk memasuki pasar kerja di level manajerial. Ke-6 anak itu adalah :

  1. Laura Ferdinanda Meiland Awak
  2. Idris Kamisopa.
  3. Laura Ditaipa Airori.
  4. Martinus Rivaldo Wonasoba
  5. Michael Fernando Frabun.
  6. Wahiddin Bakri Fimbay

Enam anak ini sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) Kabupaten Teluk Bintuni,”ucap Bupati

Saat ini juga Pemerintah Daerah sedang mengembangkan kerja sama pola matrikulasi dengan Sampoernan Fondation. Pada tahap awal telah dilaksanakan untuk 3 anak yang berhasil lulus ke Perbanas dan Trisakti University dan mengambil jurusan Accounting.

Sementara itu, dalam jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni telah mengembangkan kerjasama Pengembangam SDM siap pakai, melalui Pendirian Pusat Pelatihan Tehnik Industri dan Migas bekerjasama dengan Petrotekno. Dan perlu diketahui bahwa Pusat Pelatihan tersebut satu satunya di Indonesia dan dikelolah Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni. Saat ini P2TIM sudah menghasilkan 6 angkatan dengan jumlah 586 kelulusan,dan sudah bekerja di berbagai perusahaan multi nasional termasuk di Proyek Tangguh Train 3, Proyek Toll di Jakarta dan beberapa perusahaan lainnya di Indonesia.

Lulusan P2TIM
Lulusan P2TIM

Mereka yang dilatih adalah anak 7 suku dan Papua lainnya serta nusantara yang setelah lulus SMA dan tidak bekerja atau  menganggur, maka setelah dilatih selama 3 bulan menjadi Skapolding, Welder, Rigger, Mekanikal, elekrikal dan pipe fitter, mereka bisa mendapat kesempatan bekerja dan bersaing dengan SDM dari daerah lainnya.Ini menjadi sebuah harapan dan sekaligus kebanggaan kita dari Teluk Bintuni.

Lebih lanjut, dijelaskan Bupati, sejak awal BP TANGGUH beroperasi dan berproduksi tapi belum ada anak anak Teluk Bintuni yang dibekali keahlian di level-semi skill, yang ada hanya di level un-skill seperti security, cleaning service dan loundy. Tapi dengan adanya tenaga kerja siap pakai dari lulusan Pusat Pelatihan Tehnik Industri dan Migas, saat ini tenaga kerja kita sudah dapat memasuki level Semi-Skill dan bekerja dengan gaji yang memadai.

“Jadi kita tidak asal berteriak tapi harus kerja, namun ketika ada kesempatan kita tidak memiliki kemampuan. Sekarang kita teriak dan siap bekerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja induatri dan migas.

Selain itu ditambahkan Bupati, telah dikembangkan kerjasama menengah dalam kurun waktu 3 tahun melalui program apprintice antara Bp Tangguh, SKK Migas dan Petrotekno yang merekrut anak anak asli Papua yang terpusat di Ciloto Jawa Barat. 60 diantaranya adalah anak anak asli Papua 7 suku, yang sudah mengikuti pendidikan dan saat ini sedang bekerja di operation tangguh sebanyak 80 orang dengan gaji yang sangat memadai.

program apprintice kerjasama antara Bp Tangguh, SKK Migas dan Petrotekno di Ciloto Jawa Barat
Anak Anak Bintuni Yang Mengikuti program apprintice kerjasama antara Bp Tangguh, SKK Migas dan Petrotekno di Ciloto Jawa Barat

Beberapa waktu lalu, saya mendorong BP Tangguh dan SKK Migas agar di buka 1 kelas khusus untuk anak anak 7 suku, dan bersyukur usulan tersebut direspon  dan mendapat persetujuan dari SKK Migas dan Bp. Tangguh.

Itulah beberapa strategi kami dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia Teluk Bintuni yang unggul berdaya saing,”tutup Bupati(ped)

1 Komentar

  1. kinerja Bupati dan Wakil Bupati Teluk Buntung Luar Biasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *