Ketua YLBH Sisar Matiti,Yohanes Akwan

Masyarakat Berkeinginan Kuat Piet-Matret Kembali Pimpin Teluk Bintuni

Bagikan berita ini

Bintuni,SorotPapua.net- Tahun 2015 Angka Kemiskinan di Kabupaten Teluk Bintuni pada pemerintah sebelumnya dikisaran 36,66 %,namun dalam kurun waktu 3 tahun angka kemiskinan di Kab. Teluk Bintuni menunurun di angka 30,30%, data per Maret Tahun 2019 yangg dipublis oleh Badan Pusat Statistik(BPS).

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Provinsi Papua Barat kurang lebih 9,3 Trilyun tapi angka kemiskinannya berada di urutan 33 (22,1%) dari 34 Provinsi di Indonesia.Sedangkan APBN kita kurang lebih 2.500-an Trilyun, dan angka kemiskinannya berada di kisaran 9,7%. Menurut IMD World Competitiveness Year Book 2020 Indonesia angka kemiskinananya menurun, pada 2020, Indonesia menempati posisi ke 40 dari 63 negara yg menurun, (Tahun 2019 Indonesia peringkat 32) ini faktor pertumbuhan ekonomi, angka pengangguran, perlambatan ekonomi dunia dan lainnya.

Namun, yang lebih terpenting adalah Kabupaten Teluk Bintuni sudah tidak menjadi Kabupaten Termiskin di Papua Barat, bahkan angka penurunannya adalah yang tertinggi diantara semua Kab/Kota di Papua Barat.

Penurunan itu bukan karena faktor ekonomi semata, tapi juga disebabkan menurunnya angka pengangguran yang saat ini berada pada angka 5,93%. Dimana pada tahun 2015 angka pengangguran berada pada angka 6,87%.

Angka Pengangguran menurun karna adanya program dan kegiatan Pemerintah Daerah terhadap Pengembangan Tenaga Kerja siap Pakai, Meningkatnya Tenaga Kerja yang bekerja di Sektor Informal dan adanya ruang kerja bagi masyarakat kampung yang bekerja di Program Padat Karya.

Indikator Capaian keberasilan ini membuat keinginan kuat dari masyarakat yang terus mengalir memberikan dukungan kuat kepada Petrus Kasihiw dan Matret Kokop untuk kembali memimpin Teluk Bintuni di Priode ke II.

Hal yang sama pada posisi partai Koalisi pendukung Petahana yang merupakan  Partai-Partai Besar dan Berkuasa di Indonesia.Disamping itu, pada posisi kekuatan parlemen di Legislatif tentunya sangat kuat karena posisi Petrus Kasihiw sendiri menjabat sebagai ketua DPD Partai partai Nasdem Teluk Bintuni dengan perolehan kursi sebanyak 7 kursi dan di tambah partai koalisi dan juga partai non sit yangg ikut mendukung seperti PBB.

Disisi rakyat masih tetap konsisten terhadap dukungan kepada petahanan yang dilihat berhasil dalam membangun Teluk Bintuni di priode Pertama, dimana 3 tahun sebelumnya mampu menurunkan angka kemiskinan dari 36,66% menjadi 30,30% .Artinya dalam kepemimpinan Piet Matret angka kemiskinan kita menurun 6,36 % dan di tahun ke 4 berhasil menangulangi pandemi covid 19 di Kabupaten Teluk Bintuni 100% masuk dlm zona hijau. Selain itu, mampu menciptakan mitigasi dampak dari pandemik covid merefocusing anggaran APBD sebesar 88 Milayar untuk penanganan covid dan penanganan dampak ekonomi dan sosial.

Sehingga kalau dilihat dari struktur posisi politik petahana, memberikan jaminan cukup kuat untuk meghadapi perhelatan politik pada 9 Desember 2020. Hal ini di buktikan dengan adanya prestasi yangg sudah di lakukan oleh petahana dalm memimpin Teluk Bintuni dalam kurung waktu 3,5 Tahun.

prestasi dan capaian kinerja membuat dukungan rakyat kepada petahana terus mengalir kuat untuk mendukung petahana di priode ke II.

Kedua Calon Petahana dilihat memiliki hati, kerap tampil di media dan keduanya sosok yg bersahaja dan tidak pendedam tetapi merangkul dengan hati dan mempersatukan rakyat dengan kasih. Keduanya adalah pemimpin yang renda hati dan tidak arogan, pemaaf dan tidak memperkaya diri..tetapi dengan APBD yang besar digunakan sepenuhnya  untuk percepatan pembangunan dari kampung ke kota dengan kata lain petahana sudah bekerja dan bukan baru mau berjanji.

Penulis

Kordinator PMK2 Wilayah Pemenangan Dapil I Bintuni Kota

Anes Akwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *