Selamat! Kabupaten Teluk Bintuni Masuk Zona Hijau Covid-19

Bagikan berita ini

Bintuni,SorotPapua.net- Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Teluk Bintuni,dr.Wiendo Syahputra menyebutkan,pasien positif Covid-19 terakhir di Bintuni pada tanggal 13 Juni dan selama empat Minggu berturut turut tidak ditemukan kasus baru.

“Sehingga sesuai kriteria yang ditetapkan Gugus Tugas pusat bahwa apabila suatu daerah dalam empat Minggu berturut turut tidak menemukan kasus baru dan ditambah dengan seluruh pasien sembuh, maka daerah tersebut masuk zona hijau dan Kabupaten Teluk Bintuni masuk dalam kriteria tersebut,”.

Jadi, kasus konfirmasi positif Covid-19 ditemukan di Teluk Bintuni pertama kali tanggal 14 April dan satu pasien terakhir tanggal 13 Juni,”kata Wiendo saat siaran pers dengan awak media di Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,Selasa(14/7/2020).

Lebih lanjut, dikatakan Wiendo,sebelumnya kasus positi C-19 di Bintuni ada 50 orang yang tersebar di tiga distrik,yakni Manimeri 9 orang, Bintuni 35 orang positif dan Babo 6 orang.Dan karena diberikan pelayanan perawatan maka, semuanya dinyatakan sembuh, tidak ada yang meninggal.

Saat ini menurut Wiendo, jumlah OTG 560 orang dan masih Dalam Pemantauan Puskesmas 31 orang.ODP 9 orang,PDP 13 orang. Sehingga masih ada 36 orang dalam pemantauan dan diharapkan semuanya terselesaikan masa pemantauan.Mereka ini memang negetif PCR tetapi harus diselesaikan pemantauan masa isolasinya.

Sedangkan jumlah warga yang di rapid test 1888 orang,rapid test reaktif berjumlah 213 orang dan dilanjutkan dengan PCR.Kita juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap 534 orang untuk tujuan defosis dan 1,116 orang.Total orang yang di PCR sebanyak 1650 orang dan dari jumlah tersebut didapatkan 50 orang positif,”kata Wiendo.

Sementara,Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,Gustaf Manuputty.S.Sos.MM mengatakan, dari 50 orang yang dinyatakan positif Covid-19 semuanya sudah sembuh.

“Jadi, dari 50 kasus positif covid-19 semuanya sudah dinyatakan sembuh.Dan pada masa zona kuning untuk masuk zona hijau, harus 4 minggu berturut turut tidak ada kasus baru Covid-19 dan Bintuni sudah melewatinya,”ucap Manuputty.

Lanjut Manuputty,tanggal 13 Juli kemarin tidak ada kasus baru sehingga Bintuni masuk dalam zona hijau, hal ini akan dilaporkan ke Provinsi kemudian akan dilaporkan lagi ke pusat.

Namun, walaupun saat ini Bintuni aman dan tidak ada kasus baru tetapi semua harus waspada.Untuk posko posko sampai saat ini masih bekerja untuk mencegah dan memeriksa semua orang yang masuk di Bintuni.

Manuputty berharap,protocol kesehatan harus menjadi kewajiban dan keharusan untuk dilaksanakan semua masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni,”harap Manuputty(amir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *