Diduga ada Pungli di Portal Jalan Bomberai Aroba?

Bagikan berita ini

Bintuni,SorotPapua.net- Hampir tiga bulan, Pemerintah Kabupaten FakFak melalui Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 menutup akses transportasi di daerah perbatasan Distrik Bomberai dan Aroba.

Penutupan ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona. Namun, akibat dari penutupan akses transportasi tersebut, masyarakat tiga Distrik di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni yang berbatasan dengan Kabupaten Fakfak kesulitan memenuhi kebutuhan sehari harinya. Pasalnya, selama ini masyarakat tiga Distrik lebih memilih berbelanja kebutuhan ke FakFak karena aksesnya lebih dekat.

Salah satu tokoh masyarakat Dsitrik Aroba, Musa Susure menegaskan,portal yang dibuat oleh pemda FakFak diduga bukan untuk pencegahan Covid-19 tapi semata mata untuk kepentingan pribadi oknum oknum tertentu saja.

“Lama kelamaan portal ini akan menjadi masalah seandainya Pemkab FakFak tidak membukanya.Kami akan membuat aksi yang lebih besar dan bila perlu merusak portal biar menjadi masalah,”ujar Musa Susure

Lebih lanjut, dikatakan Muse Susure, pihaknya saat hendak ke FakFak untuk belanja kebutuhan di masa pendemi Covid-19 saja, harus ribut terlebih duluh dengan penjaga portal.Dan kalau ada yang lewat diduga harus membayar terlebih duluh.

Jadi, saudara saudara kami yang memiliki kios di Aroba diduga membayar 1 juta terlebih duluh baru barang belanjaanya bisa diloloskan, kalau tidak dilakukan maka barangnya tidak bisaa lolos,”

Dan yang kami sesalkan adalah. ini ruas jalan nasional, bukan dibangun oleh Pemda FakFak,sehingga dampak dari penutupan akses ini masyarakat di tiga Distrik menjadi korban, yakni Distrik Aroba, Fafurwar dan Sumuri.

Ditambahkan Musa Susure,transportasi yang di ijinkan adalah roda dua, tapi hanya Senin dan Kamis dari jam 7 pagi sampai 2 siang.Yang tidak di ijinkan adalah kendaraan roda empat, kami bisa lolos tapi diduga harus ada perangsangnya bagi orang yang menjaga portal tersebut,”ucap Musa Susure

Untuk itu kami berharap, portal segera dibuka agar jangan menciptakan konflik ditengah masyarakat. Yang kami tidak inginkan jangan sampai ada pihak ketiga yang masuk, makanya kami minta dukungan dari pemerintah agar segera membuka portal.

Dan kalau ada pemeriksaan kesehatan di setiap pos, kami bersedia dan tidak mungkin menolaknya,’pungkas Musa Susure(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *