4 Tahun Kepemimpinan Pit Matret, Memantapkan Pondasi SDM dan Ukir Berbagai Prestasi

Bagikan berita ini

Bintuni,SorotPapua.net-Empat tahun kepemimpinan Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Ir.Petrus Kasihiw.MT dan Matret Kokop,SH, berbagai program telah diluncurkan sebagai titik mula Pembangunan di tanah Sisar Matiti.

Tanggal 17 Juni 2020 nanti,genap empat tahun keduanya menakhodai daerah penghasilan gas, kepiting dan udang tersebut.Buah karya dalam memajukan Bintuni selama 4 tahun kepepemimpinan mereka kini mulai dinikmati masyarakat setempat.Duet keduanya juga terus melahirkan sejumlah prestasi yang membangakan, baik tingkat provinsi,nasional dan internasional.

Namun perlu diingat bahwa, baru 3 tahun anggaran yang mereka jalankan, sedangkan tahun ke-empat saat ini masih dalam proses.Apalagi di Tahun anggaran 2020 ini kita berada di pandemi corona, sehingga pembangunanya masih dalam proses

Prestasi dan program yang telah direalisasikan kedua pemimpin tersebut diantaranya,bersama provinsi Papua Barat mengagas perwujudan Perdasus tentang dana bagi hasil migas. Saat ini hanya menunggu peraturan daerah tingkat kabupaten sebagai langkah operasional  dalam mewujudkan Perdasus DBH Migas tersebut.

Selain itu, ada beberapa ruas ruas jalan strategis sudah didorong, tinggal setengah perjalanan lagi, kita mencapai ibukota Moskona Utara, mudah mudahan tahun depan terwujud. Disamping terus mendorong ruas jalan ke arah Moskona Timur.Dan ada 8 inovasi daerah yang mendapatkan penghargaan, baik ditingkat nasional dan internasional.

Pemerintah daerah Teluk Bintuni sendiri terus berupaya agar pemerintah pusat segera menyelesaikan pembayaran hak ulayat masyarakat adat Sebyar sebesar 32,4 miliar

Disi lain juga, Pemerintah terus mengupayakan 143 kampung pemekran agar segera definitif.Saat ini Tim Asistensi kampung pemekaran di Teluk Bintuni sudah meninjau.dan tahapn selanjutnya, Gubernur akan mendandatangani rekomondasi registrasi untuk diuslukan ke Kementerian Dalam Negeri

Bidang Pembangunan lainya, sudah terselaikanya penataan kembali birokrasi pemerintahan, bagaimana eselonisasi berjalan sesuai aturan, perbaikan eselon dari masing masing pangkat dan golongan mengikuti aturan MenPan dan BKN. Semua ini dilakukan untuk menata birokrasi yang mumpuni.

Bidang kesehatan,tenaga dokter di 24 Distrik sudah terisi,tersisah tiga puskemas yang belum. Sebenarnya 3 Puskesmas ini sudah ada tenaga dokter tapi karena terkendala masalah Covid-19 sehingga belum bisa ke Bintuni.

Rumah Sakit Umum Daerah Bintuni sudah paripurna, lima bintang. Dan semua pelayanan di RSUD Bintuni membangakan.

Sedangkan Pendidkan, di Teluk Bintuni juga gratis, dari TK,PUD  dan SMP diberikan BOP, termasuk SMA, walaupun kewenanganya sudah di Provinsi tapi pemda masih membiayainya.Kedepan, pemda berencana akan membuat Perda pendidikan agar menjadi kekuatan hukum untuk mencapai SDM pendidikan formal yang diharapkan.

Mahasiswa sampai saat ini masih mendapatkan beasaiswa, bahkan di pemerintahan sudah dua kali menaikan beasiswa. Dan lebih spesifik lagi, mahasiswa 7 suku mendaptkan lebih dari yang non 7 suku.

Sarana sarana pemerintahan di kota mulai Nampak, seperti rumah jabatan Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan beberapa eselon yang sudah ditempati dan baru diersmikanya wisma pemda.Selain itu juga, sudah dibangun kantor kantor vertical seperti Kodim 1806,Kejaksaan dan tahapan Pembangunan kantor Pengadilan serta kantor vertical lainya.

Ada juga sarana sarana dalam tahapan pembangunan, diantaranya Kantor Distrik Babo, Bintuni, PTSP, Kominfo. Kota ini harus diperindah dengan saranah public seperti pembukaan dua jalur, mudah mudahan tahun ini sampai di SP 4.

Saat ini juga pemda membangun sarana galangang Argosigemerai untuk acara acara seramonial maupun tempat olahraga, pentas seni dan budaya.

Akan tetapi satu kendala yang belum diselesaikan adalah air bersih, karena masih menunggu koordinasi yang baik dari Direktorat Sumber Daya Air untuk menyelesaikan spam yang saat ini terkendala.Pemda sudah menyurati Kementerian, sehingga apakah diserahkan ke Pemda atau Kementerian yang menyelesaikanya.

Listrik,agak lumayan, karena dari kerjasmaa dengan Pemda, sudah ada 5 mesin baru, sedangkan lahan pemda yang menyediakan. Walaupun sering mati, apalagi jalur kea rah SP karena aliran listriknya dari PLTD kampung Lama. Sedangkan PLTD baru suplai kea rah kompi, bahkan di Tuhiba.

Sementara dari sisi masyarakat adat,sudah dilantik LMA dan para kepala suku yang .Dan kedepan akan dilantik lagi Lembaga Musyawarah Adat tingkat kabupaten, moga musyawaranya terlaksana tahun ini.

Dan masih banyak program program Pembangunan yang sudah dijalankan oleh pemerintahan Ir.Petrus Kasihiw.MT dan Matret Kokop.

Uraian di atas juga diperkuat Kepala Bapelitbangda Kabupaten Teluk Bintuni,DR.Alimudin.MM, menurutnya,di usia 4 tahun kepemimpinan Ir.Petrus Kasihiw.MT dan Matret Kokop,SH, sudah banyak keberhasilan yang dilakukan.

Dalam misinya, mewujudkan Pembangunan yang maju, produktif dan berdaya saing. Kemdudian dijabarkan dalam 6 misi dan dijabarkan lagi kedalam 9 agenda Pembangunan.Dari 9 agenda Pembangunan ini, kemudian dijabarkan dalam 35 program prioritas kepala daerah sebagai Meijer projek dibidang SDM, infrakstruktur dan ekonomi.

Dari 35 program ini, 9 agenda Pembangunan dan 6 misi Pembangunan yang dilakukan dalam kurun waktu ini, sudah banyak kemajuan diberbagai bidang. Indikator indikaor ini bisa dilihat dari,indokator makronya, pertama,sejak 2016 angka kemiskinan masih tinggi, namun saat ini angka kemsikinan 30,57 persen,artinya target Bupati dan Wakil Bupati sampai 2021 adalah 30 persen. Capaian cukup baik dalam dokumen RPJMD.Indikator makro ini merupakan capaian baik dalam pemerintahan sekarang.

Demikian angka pengangguran, dimana, saat ini angka pengaguran 5,93 persen, ada penurunan dari angka 6,87 persen di tahun 2016.Ini semua karena ada pengembangan SDM yang dilakukan selama kurang lebih 4 tahun ini,salah satunya adalah P2TIM yang sudah mencetak ratusan SDM

Ada juga program kerjasama antara BP Tangguh, Petrotekno dan Pemda, dimana ada 120 anak yang dididik di pusat pelatihan Petrotekno di Ciloto. Beberpa diantaranya sudah bekerja sebagai operator di LNG Tangguh, belum lagi 1,000 lebih anak anak kita yang belajar di 24 kota study. Ini mendandakan bahwa, pemda memberikan perhatian yang serius terhadap SDM.

Program lainya, padat karya yang mengalokasikan 1 miliar per-Distrik. Sehingga program ini mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan afek ekonomi kepada masyarakat.

Bidang keagamaan, hampir semua Pembangunan sarana sarana ibadah di Bintuni dibiayai oleh APBD dan nilainya sangat besar. Dengan harapan agar umat bisa menjalankan ibadah dengan baik.

Selain itu, ada Pembangunan di sector pertanian yang berbasis sub kampung.Program ini sudah berjalan di tahun 2019, dan semoga virus corona ini cepat selesai, sehingga tahun 2020 program ini dijalankan agar memberikan efek ekonomi yang baik kepada masyarakat.

Harapan kita, tahun ini proyek pusat pengembangan argobisnis bisa rampung, sehingga menjadi pusat pelatihan, pengembangan, pembibitan dan dan pendidikan yang berbasis argobisnis dan juga akan menajdi wisata argobisnis.

Sedangkan Bidang infrakstruktur dasar, ada 13 ruas jalan yang dibangun untuk menghubungkan konektifitas. Ruas jalan Yakora Arandai tersambung walaupun belum fungsional. Ruas jalan kilometer 14  Taroi, ruas Paranoto Dataran Beimes, Pranoto Rijak, Rijak Bina Desa. Termasuk ruas jalan pesisir,yakni Tofoi Saenga, Saenga Onar, Yaru Aroba, Pesisir lama Babo dan ruas ruas lainya. Juga ruas arteri, SP 4 SP 5 yang ditingkatkan jadi dua jalur. Mudah mudahan pembangunanya sampai di perkantoran serta ruas jalan Moskona utara,d an Timur

Bupati juga berkomitmen membangun kawasan industry.Disana ada train 3, pengembangan blok kasuri dan Pembangunan kawasan industri yang akan diikuti oleh politeknik industri.Kita juga sudah serahkan uang ketuk pintu, sehingga harapan kita tahun pengadaan lahan selesai.

Beberpa indicator indicator tersebut tersebut terus bergerak, termasuk indeks manusia di angka 64. Dan masih banyak indicator yang naiknya cukup signifikan sesuai target dokumen RPJMD 2016- 2021.

Oleh karena itu, di usia ke-17 tahun ini, merupakan sebuah keberhasilan yang diraih bersama sama melalui sinergi antara pemerintah, TNNI/Polri,lembaga agama, masyarakat adat,DPRD dan lembaga lembaga lainya.

Plt Sekda Teluk Bintuni, Drs.Frans.N.Awak mengatakan, keberhasilan Pembangunan dikurun waktu 17 tahun dan secara khusus 4 tahun kepemimpinan Petrus Kasihiw dan Matret ini berkat kerjasama semua pihak.

Dan saya menilai, semua OPD sudah berhasil melaksanakan tugas dan tangunggjawabnya.Keberhasilan OPD ini kata Awak, sudah membantu visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati.

Lewat momentum HUT Kab Teluk Bintuni ke-17 ini, saya menghimbau kepada semua ASN agar melaksanakan tugas dengan baik.Selaku pejabat pembina kepegawaian, berharap dukungan dan partisipasi semua ASN dan elemen yang ada untuk mendukung Pembangunan di Bintuni.

Lanjut Awak, 17 tahun merupakan usia yang sudah menginjak remaja,sehingga hasil Pembangunan saat ini merupakan kebersamaan kita dengan masyarakat.

Saya berharap, di momentum 17 tahun ini, masyarakat mendukung Pembangunan di Kabupaten Teluk Bintuni. Dengan begitu, apapun yang direncanakan, kita semua mendukungnya,baik toko pemuda,agama, adat dan lain lain demi Pembangunan di kabupaten yang kita cintai ini,”harap Awak

Sementara itu, Wakil Bupati Teluk Bintuni,Matret Kokop,SH mengakui memang ada hal hal belum dilakukan, tapi dalam kurun waktu 4 tahun ini, kami sudah memberikan banyak hal bagi masyarakat Bintuni.

Ia mencontohkan, tahun tahun sebelumnya mereka focus membangun dari pinggiran seperti membuka isolasi jalan.Contoh kecil lagi, jalan Bintuni Merdei yang duluh ditempuh dengan berjam jam, namun sekarang ini 3 jam sudah bisa sampai di Merdei.

Untuk itu menurut Wabup, masih satu mata anggaran lagi yakni APBD 2021, sehingga tahun depan lebih dimaksimalkan sesuai dengan visi dan misi kami,”ujar Wabup.

Lanjut Wabup, kedepan juga Sumber Daya Manusia(SDM)ASN harus dibenahi.Kalau betul betul ingin membangun Bintuni dengan hati iklas,tulus dan murni pasti bisa, karena saya dan bupati tidak ada pikiran dan kepentingan lain, yang kami inginkan membangun negeri ini.

Ada bahasa diluar bahwa, tidak ada Pembangunan, tapi saya mengajak untuk mari melihat langsung dilapangan. Lebih baik mari bersatu membangun kabupaten ini, karena tidak ada orang lain,kecuali kita sendiri yang membangun tanah ini.Kami hanya melaksanakan amanah sesuai dengan visi dan misi kami 2016 – 2021

Wabup mencontohkan lagi, honorer K2 selama 13 tahun tidak ada kejelasan, tapi saya dan Bupati berusaha sampai sekarang sudah menjadi PNS. Apalagi kita di Bintuni Pembangunan dan kegiatan keagamaan dialokasikan dari APBD, walaupun masih ada kekurangan, tapi itu perlahan lahan akan dibenahi,”ucap Wabup

Dan selama mendampingi Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan ini tidak ada masalah. Karena menurut Wabup, beliau memberikan kepercayaan dan memberikan kesempatan kepada saya. Salah satu hal kecil saja, saat beliau keluar Bintuni,mandate diberikan kepada saya, namun saya juga menyadari bahwa, tidak bisa mengambl lebih mandat tersebut karena saya adalah wakil Bupati.

Untuk itu, saya tekankan bahwa antara Bupati dan saya sangat bersinergi. Apa yang saya sampaikan ke Bupati, beliau tanggapi dengan baik.Kalau selama 4 tahun ini kami kurang harmonis pasti pemerintahan tidak berjalan baik, tapi karena kami bersatu, maka roda pemerintahan tidak ada isu isu yang retak. Kami di ibaratkan seperti suami istri, kalau suami tidka ada ya istri yang kerja, begitupun sebaliknya.

Ditambahkan, berkaitan dengan hari ulang tahun Kabupaten Teluk Bintuni ke-17, saya menghimbau kepada kita semua bahwa, bekerja dengan hati bersih, dan iklas. Mari semua elemen bersatu membangun kabupaten ini kedepan,”tutup Wabup

Hal yang sama juga dikatakan Bupati Teluk Bintuni,Ir.Petrus Kasihiw.MT, dikatakan, Kalau melihat Pembangunan di Bintuni, harus secara jujur kita melihat, mengkaji dari semua indicator indicator Pembangunan yang sudah ditetapkan dalam RPJMD Teluk Bintuni 2016 – 2021.

Dari pelaksanaan RPJMD ini, baru dilaksanakan secara utuh di tahun 2017 – 2019. Sementara program dan kegiatan APBD 2020 sedang dalam proses. Sehingga menilai beban dan Pembangunan secara eksesting,baru 3 tahun anggaran.Sedangkan tahun anggaran 2020 belum Nampak, karena awal tahun kita sudah menghadapi pandemi Covid-19 yang melanda dunia, dan kabupaten Teluk Bintuni ditetapkan sebagai zonah merah di Papua Barat.

Maka hasil Pembangunan akan diterjemahkan dari berbagai sudut pandang masyarakat, tetapi setiap OPD juga mengatakan bahwa mereka sudah mencapai target target terntu.

Pada dasarnya ditegaskan Bupati, beban pembangun di Bintuni beda dengan daerah lain.Membangun infrakstruktur lebih muda, dibandingkan dengan membangun SDM yang memerlukan waktu dan tahapan. Apalagi merubah pola pikir masyarakat dari masa lalu ke inovasi tidak gampang.

Tetapi, kita sudah membangun landasan itu, bahkan melanjutkan apa yang sudah dicapai Bupati dan Wakil Bupati terdahulu.Teluk Bintuni merupakan kabupaten terluas di Papua Barat, 21 persen wilayah Papua Barat ada di Bintuni.Hampir 50 persen wilayah Bintuni di pesisir dan 50 persen di daratan dan tiga Distrik hanya bisa dicapai dengan pesawat, maka hal ini tidak gampang.Namun, dari kesulitan itu semua, kita optimis akan mencapainya.

Jangan hanya dilihat Pembangunan fisik semata tapi harus melihat Pembangunan manusianya.Sehingga kemasan program Pembangunan yang sudah dilaksanakan adalah, upaya membangun infrakstruktur dan juga membangun akses akses permodalam dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi..

Potensi daerah ini cukup besar, tapi Sumber Daya Manusianya minim. Maka kita terus mendorong agar SDM berkualitas yang bisa bekerja di berbagai aspek, lebih khusus disektor minyak dan gas bumi.Ini yang sudah dilakukan, tinggal dimanfaatkan saja,”ujar Bupati(pw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *