Peduli Dampak Corona, Kerukunan Keluarga Kei Teluk Bintuni Bagikan Sembako dan 600 Masker

Bagikan berita ini

BintuniSorotpapua.net,– Banyaknya masyarakat terdampak Covid-19, memunculkan kepedulian social untuk saling membantu. Kini giliran K3TB yang melakukan bhakti social pembagian paket sembako kepada 220 KK, 600 masker dan 15 sembako bagi panti asuhan, asrama dan pengurus tempat ibadah yang kurang mampu

Bantuan sembako ini bukan saja ditujukan kepada keluarga Kei, tetapi juga ditujukan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan

Bahkti social ini juga tidak terlepas dari falsafah Ain Ni Ain yang artinya menyatukan semua masyarakat Kei dalam satu semangat  persaudaraan, kekeluargaan dan kekerabatan.

Nilai nilai kekerabatan seperti terebut tertanam pada slogan,” Manut Ain Mehe Tilur dan Vuut Ain Mehe Ngifun, yang artinya,kita semua telur sama bentuk, sama warna dan sama sama berasal dari satu induk ayam.

Koordinator Pelaksana, Alex Rahayaan kepada SorotPapua.net mengatakan, ini merupakan “Kegiatan Sosial Peduli Pendemi Covid-19 dari K3TB, ini menyikapi situasi covid yang melanda dunia terlebih khusus di Kabupaten Teluk Bintuni.

Memang sudah ada gerakan gerakan social yang dilakukan pemerintah, TNI/Polri, partai dan kerukunan. Sehingga kami pengurus melakukan rapat terbatas untuk melakukan kegiatan kemanusiaan yang bersumber dari kas organisasi dan sesepuh kerukunan.

“Kegiatan ini ditegaskan Alex, tidak ada tendensi lain, tetapi murni aksi kemanusiaan. Dan tujuan kami adalah kepada masyarakat ekonomi lemah atau tidak berpenghasilan tetap,”.

Lanjut Alex yang juga Sekretaris K3TB tersebut mengatakan, bantuan ini selain untuk keluarga Kei, juga diberikan kepada panti asuhan, asrama dan kelompok pengurus tempat ibadah yang diangap perlu dibantu.

Harapan kami, masyarakat penerima jangan melihat dari besar atau kecil bantuan, tetapi kepedulian K3TB dalam membantu dan meringankan akibat dampak dari covid-19. Mudah mudahan bantuan ini bermanfaat disituasi seperti ini,”harap Alex.

Bantuan dari K3TB ini sama seperti yang diberikan oleh Pemda, TNI/Polri ataupun partai berupa beras dan lain lain.

Sementara, Wakil Ketua K3TB, Fransiskus Feby menuturkan, ini merupakan rasa kepedulian dan kebersamaan karena dalam bahasa Kei disebut Ain Ni Ain, nah, kata inilah yang menjadi simbol kami.

Dalam kerukunan, hampir semuanya adalah pencari kerja(tidak memiliki kerja tetap) sehingga dari kerukunan memberikan kepedulian kepada mereka.Apalagi dalam situasi pendemi seperti ini kesempatan untuk mencari kerja hampir tidak ada,”Kata Fransiskus Feby

Dalam budaya Kei,banyak nilai kehidupan dalam kehidupan bersama diantaranya, kekerabatan, kekeluargaan,persaudaraan dan ketaatan pada hukum dan atasan. Cinta kasih serta tolong menolong tanpa membedahkan agama,tapi dikarenakan satu darah.

Nilai nilai tersebut semuanya sudah terungkap dalam hukum larwul ngabal dan terikat dalam falsafah hidup orang Kei yakni, “Manut Ain Mehe Ni Tilur, Vuut Ain Mehe ni Ngivun serta ain ni ain

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *