Bupati Mengikuti Rakor Masa Tanggap Darurat Penanganan Covid-19 Bersama Gubernur dan Bupati/Walikota Lewat Video Conference

Bagikan berita ini

Bintuni,SorotPapua.net – Hari ini, Senin(20/4/2020) Gubernur Papua Barat,Drs Dominggus Mandacan dan Bupati/Walikota serta unsur Forkopimda melakukan rapat koordinasi masa tanggap darurat terkait penanganan covid-19 di wilayah Provinsi Papua Barat di Swissbel Hotel Manokwari.

 

Namun, Bupati Teluk Bintuni, Ir.Petrus Kasihiw.MT berhalangan hadir di Manokwari sehingga hanya mengikuti rakor melalui video conference di Posko Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Teluk Bintuni didampingi Sekda, Asisten II dan Direktur RSUD.

 

Dalam laporanya saat video conference Bupati mengatakan, sejak wabah ini mulai merebak, pemda Teluk Bintuni sudah membentuk tim satgas covid-19 dan tim dampak penanganan covid-19.

 

Saat ini, ada 5 posko penanganan covid-19, yakni di kantor Bupati, Pelabuhan, Bandara, Babo dan Distrik Tofoi. Arus keluar dan masuk di Bintuni juga sudah dibatasi

 

Kita juga melakukan rapat secara interen dalam menentukan kebijakan anggaran. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk beberapa prioritas seperti kesehatan, ekonomi,jejaring penanganan nasional dan prioritas untuk instansi vertical.

 

Sementara untuk pembagian sembako menurut Bupati, sudah dilakukan dan sampai saat ini sudah mencapai 9 ribu 6 ratus lebih paket sembako yang dibagikan di Distrik Babo, Masyeta, Bintuni Timur, Manimeri dan Distrik Bintuni. Dengan rincian, Polres 1,000 paket, Kodim 1,000 paket dan NasDem 500 paket’

Distrik Masyeta 500 paket, Lurah Bintuni 100 paket, Distrik Babo 3,433 paket. Pemda Teluk Bintuni 3,519 paket, 5, 552 paket. Dan ditambah saat Bupati melakukan pembagian secara simbolis paket sembako di pasar, kehutanan, Wesiri, Citibo dan Aso sebanyak 732 paket sembako.

 

Selain bantuan dari pusat dan provinsi, Bintuni mendapatkan bantuan dari BP Indonesia dan Petrotekno berupa APD.Dalam rakor ini, Bupati juga melaporkan informasi perkembangan covid-19 dan penanganan serta sosialisasinya kepada Gubernur.

 

Untuk itu kami berharap dukungan dari Gubernur, pertama, mohon bantuan media transfer untuk pengiriman sampel. Kedua, ada kendala teknis seperti penerbangan ke Moskona Utara, Timur dan Barat ,memang pemda ada kontrak dengan AMA tetapi sampai saat ini masih menunggu AMA untuk kembali melayani, sehingga kami minta bantuan satu helicopter untuk membantu masyarakat 3 Distrik disana.

 

Kami juga sangat membutuhkan data manifes penumpang pesawat dan kapal yang nantinya menjadi bahan untuk pelacakan teradap setiap orang masuk di Bintuni. Permintaan dukungan juga terkait kurang bayar Dana Migas tahun 2018 agar bisa membantu kami dalam penanganan covid-19.

 

Pemda saat ini menyiapkan tempat khusus di Kampung Masina untuk tempat karantina bagi OPD dan OTG. Sementara RSUD saat ini telah tersedia 6 ruangan yang lengkap sesuai standar Kemenkes dan 1 ruangan sudah terisi 1 pasien positif,”jelas Bupati

 

Ditambahkan, pemda siap membangun tempat jika terjadi lonjakan pasein. Dan bagi tenaga medis akan disiapkan tempat khusus bagi mereka agar tidak perlu pulang saat selesai bertugas,”(pw)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *