Bupati Bintuni Saat Mengikuti Rakor

Pemda akan Buka Relawan Covid -19, Bupati Menilai Sosialisasi Virus Corona Belum Maksimal

Bagikan berita ini

Bintuni,SorotPapua.net– Bupati Teluk Bintuni, Ir.Petrus Kasihiw.MT mengatakan, penanganan Covid-19 harus melibatkan semua komponen, sehingga dibutuhkan relawan, kalau hanya mengharapkan Satgas sendiri agak sulit.

“Oleh karena itu, harus dipikirkan untuk membuka penerimaan relawan yang bisa membantu gugus tugas Covid- 19 ini,”

Berikut lagi harus diberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait Covid- 19 dan lain lain. Sehingga penananganan sosialisasi ini kira kira menjadi tangunggjawab siapa agar masyarakat tidak mendengar informasi yang keliru sehingga menyebabkan keresahan keresahaan.

Untuk itu, saya menilai sosialisasi ini belum berjalan dengan baik. Karena menurut Bupati, ada kebijakan kebijakan yang diambil kurang direspon baik masyarakat, dan kita tidak bisa salahkan mereka, mengingat pemahaman masyarakat seperti itu.

Ditegaskan Bupati, Informasi bisa lewat media social, selebaran dan pengeras suara. Namun, selama ini saya tidak melihat mengunakan pengeras suara untuk mensosialisasikan Covid -19 dan lain lain.Sosialisasi perlu dilakukan terus menerus tidak boleh terputus. Tapi disisi lain saya apresiasi kinerja Satgas yang sudah maksimal,”tegas Bupati.

Lebih lanjut dikatakan Bupati, kalau hal ini tidak dilakukan maka, saat dikeluarkan himbawan dan lain lain, maka masyarakat pasti mengatakan belum tau, dan kita tidak bisa salahkan mereka. Oleh karenanya sosialisasi merupakan kunci, kalau tidak ada mana masyarakat sudah mengetahui satgas dan pemda sudah bekerja.

Dan tidak kalah pentingnya juga, komunikasi antara posko induk dan posko lainya belum maksimal. Sehingga ketika ada keputusan kita lakukan di Bintuni, orang di Babo tidak mengetahuinya sehingga membuat aksi.

Dalam waktu dekat ini saya akan keluarkan surat edaran kepada seluruh pimpinan OPD, Distrik dan Kepala Kampung agar ikut mensosialisasikan hal ini kepada masyarakatnya agar tidak mendengar informasi yang tidak benar dan bertangunggjawab.

Bupati, Di Kampung Masina Bukan Untuk Tempat Karantina Orang Yang Positif Covid -19

Kampung Masina yang saat ini disediakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni bukan untuk karantina atau merawat pasien yang sudah positif covid-19. Pasien yang positif kita rawat di RSUD

Masina kita siapkan untuk karantina orang yang tanda tanda atau gejala Covid. Disana kan alamnya luas, jadi mereka bisa keluar menghirup udara segar sehingga bisa membantu penyembuhan mereka,”tegas Bupati.

Apa yang dilakukan oleh satgas ini merupakan suatu penanganan terhadap mereka, sehingga kalau tempat tempat tersebut ditolak maka kita akan cari tempat lain lagi. 6 orang ini kalau dikarantina mandiri di rumah akan berisiko menularkan ke keluarga dan lain lain, makany satgas sudah menyiapkan tempat karantina tetapi ditolak warga.

Lebih lanjut dikatakan, 6 orang ini masih dicurigai covid-19 karena rapid test merupakan alat deteksi cepat dan bukan jadi jaminan bahwa, orang tersebut sudah positif.

Pemeriksaan rapid test atau tes kilat virus corona, bukan hasil final suatu pemeriksaan.Hasil dari rapid test tak berarti yang bersangkutan dipastikan terpapar Corona. Rapid test adalah test screening. Bila hasilnya positif maka peril di tes atau konfirmasi lagi dengan tes RT PCR (laboratorium) lagi.(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *