Kuota Jamaah Haji Kabupaten Teluk Bintuni 2020 Sebanyak 37 Orang

Bagikan berita ini

Bintuni,SorotPapua.net – Secara keseluruhan kuota jamaah Haji Indonesia tahun 2020 sebanyak 231.000 orang.Sedangkan kuota untuk Provinsi Papua Barat sebanyak 752 orang.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Teluk Bintuni, Rofiul Amri.M.Pd.I menjelaskan, sesuai keputusan Gubernur dan Kakanwil, maka kuota jamaah haji Kabupaten Teluk Bintuni sebanyak 37 orang.

Sebenarnya menurut Rofiul Amri, ada 38 orang tetapi dikurangi satu menjadi kuota lansia. Kuota lansia ini akan dkurangi dari angka lansia di Papua Barat sehingga belum tentu Bintuni mendapatkanya. Apalagi di Teluk Bintuni masih mudah mudah semua dan berdasarkan kuota yang masuk, usia lansia adalah umur 75 tahun ke atas dan paling mudah adalah 27.

“Jamaah Haji tahun ini(2020-red) agak berbeda dengan tahun 2019, dimana tahun 2020 seluruh dunia diliputi kecemasan dengan penyakit corona,”

Dan kita juga belum mengetahui pasti apakah Haji tahun ini bisa dilaksanakan atau tidak karena pemerintah Arab Saudia sampai saat ini masih mengklose umroh. Sedangkan menurut kalender pelaksanaan ibadah haji, penerbangan kloter pertama 10 Juli, gelombang kedua 25 Juli 2020. Provinsi Papua Barat dimungkinkan masuk di kloter kedua,”kata Rofiul Amri

Untuk itu kata Rofiul Amri, manasik haji yang dilaksanakan hari ini merupakan program dari Kementerian Agama untuk memberikan bekal kepada jamaah haji agar mampu melaksanakan ibadah haji secara mandiri.,”kata Rofiul Amri.

Sementara itu, Wakil Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop,SH saat memberikan sambutanya pada pembukaan manasik haji 2020 mengharapkan para jamaah haji menjaga kekompakan dan saling memberikan suri talaudan.

“Kalau ada masalah, harus diselesaikan dengan baik karena ini adalah ibadah. Mudah mudahan sepulangnya para Jamaah haji ini membawah berkat bagi Kabupaten Teluk Bintuni,”.

Dari 37 jamaah haji ini, hanya ada 1 orang asli Papua. Kedepan harus di atur baik agar minimal lebih dari 5 orang Papua yang menunaikan ibadah haji di Mekah.

Sekali lagi kami harapkan dari sekian banyak ini, Kementerian Agama haris menyisihkan minimal 5 atau lebih untuk orang asli Papua menunaikan rukun Islam ke 5 nya,”harap Wabup(pw)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *