Kawasan Industri Teluk Bintuni Ditargetkan Serap Investasi U$800 Juta dan 3.500 Tenaga Kerja

Bagikan berita ini

Bintuni,Sorotpapua.net – Upaya mendorong pemerataan ekonomi inklusif, maka pemerintah pusat serius mengembangkan kawasan industry diluar pulau Jawa, ini merupakan sesuatu yang sejalan dalam mewujudkan NKRI yang sentris.

 

Kawasan industry Teluk Bintuni adalah salah satu kawasan industry prioritas yang sudah dicanangkan dalam RPJMN 2015 – 2019 dan juga masuk dalam Proyek Strategi Nasional(PSN)

 

Pemerintah pusat sendiri menargetkan kawasan industry ini mendatangkan investasi Rp1,76 triliun untuk Pembangunan. Dan US$800 juta (Rp1,11 triliun) bagi Pembangunan pabrik ethanol.

 

Kawasan industry di Onar ini juga nantinya menciptakan 3. 500 tenga kerja. Sehingga pengembangan KI ini berdampak positif bagi masyarakat di kawasan tersebut, dan pada umumnya untuk masyarakat Teluk Bintuni.

 

Keseriusan pemerintah pusat dalam membangun kawasan industry tersebut saat dilakukan pertemuan antara Pemkab Teluk Bintuni dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, BAPPENAS, Kemenko Perekonomian, dan para investor di aula Sasana Karya Kantor Bupati Teluk Bintuni, Senin(17/2/2020)

 

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop, Sekda Gustaf Manuputti, Kepala BAPPEDA, DR Alimudin. Staf Khusus Kementerian Perekonomian, Amir Sumbodo, Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian, Fredi Juwono dan para investor.

 

Wakil Bupati saat menyampaikan sambutanya mengatakan, ini merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi kami di Kabupaten Teluk Bintuni, karena mendapat kunjungan lintas Kementerian dalam rangka melihat secara langsung lokasi kawasan industry di Kampung Onar Distrik Sumuri.

 

Ini menjadi sebuah kerinduan dan penantian cukup panjang sejak penetapan kawasan ekonomi khusus pada tahun 2014. Kemudian menjadi kawasan industry, dan kami dapatkan informasi bahwa, kawasan ini akan dibangun tahun 2021 yang disertai dengan Pembangunan Politeknik Industri untuk mendukung penyiapan tenaga kerja Orang Asli Papua(OAP),”kata Wakil Bupati.

 

Sementara itu, direncanakan hari ini(18/2/2020), tim lintas Kementerian dan para investor akan berkunjung ke Kampung Onar Distrik Sumuri.

 

Seperti dalam pemberitaan SorotPapua.net edisi Selasa(28/1/2020),Menteri Perindustrian, Dr.Agus Gumiwang Kartasasmita.M.Si mengungkapkan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani,S.E,M.Sc,Ph.D baru saja menandatangani persetujuan Pembangunan kawasan industry Bintuni dengan skema Kerjasama Pembangunan Badan Usaha(KPBU).

 

“Sehingga ini merupakan babak baru dalam Pembangunan kawasan industry di Kampung Onar Distrik Sumuri Kabupaten Teluk Bintuni,”

 

Dan direncanakan tanggal 18 dan 19 Pebruari, calon calon investor akan mengunjungi kawasan industry. Sehingga Pembangunan kawasan industry yang dimulai dari Pembangunan pabrik methanol akan dimulai tahun 2021 dan produksinya pada tahun 2022,”kata Agus Gumiwang saat menerima Bupati Teluk Bintuni, Ir.Petrus Kasihiw.MT dan Kepala Bappeda, DR Alimudin.MM diruang kerjanya.

 

Lebih lanjut dikatakan Agus Gumiwang, untuk menunjang kawasan industry terebut, maka akan dibangun Politeknik industry di Bintuni yang bersumber dari anggaran Kementerian Perindustrian. Politeknik ini nantinya terdapat beberapa jurusan, diantaranya, analisis, manufaktur, logistic, dan pemeliharaan(pw)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *