Pemkab Teluk Bintuni Mengirim 4 Pemuda Asli Bintuni Ikuti Pelatihan Pertanian di TLF

Bagikan berita ini

Bintuni,SorotPapua.net – Sebagai tindaklanjut atas kunjungan tim KSP di Bintuni dan hasil pertemuan antara Bupati Teluk Bintuni, Ir,Petrus Kasihiw,MT dan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, maka pemerintah daerah melalui Petrotekno mengirim 4 pemuda asli Bintuni untuk mengikuti pelatihan magang pertanian di The Learning Farm(TLF)Cianjur.

TLF merupakan sebuah yayasan yang didirikan pada tahun 2005 oleh Mee Kim dan Gouri Mirpuri yang bergerak dalam bidang pemberdayaan kaum muda berusia antara 16 – 24 tahun,”kata P2TIM Advisor, Ign.Rizal Aris belum lama ini.

Lebih lanjut menurut Rizal Aris, ke-empat pemuda atau siswa ini akan diberi keterampilan di bidang pertanian yang mencakupi teknik bercocok tanam, penanggulangan hama penyakit, kearifan local sampai pemasaran dan bisnis berbasis pertanian.

“Penetapan kriteria calon siswa tidak mengacu dari ijazah, tetapi lebih menekankan pada tekad, kemauan dan ketabahan untuk mengubah gaya hidup guna meraih kesejahteraan keluarga dan masyarakat,”.

Program dasar di TLF ini kata Rizal Aris, berlangsung selama 100 hari dan untuk program lanjutan akan berlangsung selama 6 bulan.

Untuk kesempatan kali ini, Kabupaten Teluk Bintuni hanya mendapatkan 2 seat, namun atas kebaikan pimpinan dan manajemen TLF, kita diberi 4 seat. Untuk gelombang berikut akan dibuka pada bulan September dan Kabupaten Teluk Bintuni diberikan kuota 6 – 10 seat,”jelas Rizal Aris

Sehingga kita mulai mencari calon calon siswa, baik ke keluarga keluarga dan remaja remaja di wilayah Bintuni yang berminat.

Perhatian Bupati dan Wakil Bupati terhadap Pembangunan Sumber Daya Manusia(SDM) di kabupaten Teluk Bintuni sangat luar biasa karena mencakup berbagai sector.Jadi, bukan hanya di sector migas saja, tetapi juga di sector pertanian.

Walaupun Kabupaten Teluk Bintuni memiliki SDM migas sangat melimpah, namun lebih dari 60 persen masyarakat Teluk Bitnuni masih mengantungkan hidup dari sector pertanian. Selain itu kebutuhan pangan, baik sayur, buah, daging,  dan ikan untuk ribuan karyawan di proyek proyek migas yang sedang dan akan beroperasi seharusnya dipasok dari kebun kebun yang dikelola oleh para petani, peternak dan nelayan local.

P2TIM hanya merealisasikan program yang selama ini menjadi gagasan dari Bupati dan Wakil Bupati, yakni, membangun SDM yang siap pakai dan bersaing,”pungkas Rizal Aris.

Ditambahkan, ke-empat orang pemuda asli Bintuni yang di kirim ke TFL adalah, Natalius Yerkohok, Fery Asmorom, Albertus Yerkohok dan Mepalen Yerkohok. Ke-empat pemuda ini didampingi Frater  Ferdinandus Usfinit,”(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *